Panen Merosot

Harga Beras Merangkak Naik

Rabu, 12 Feb 2014
Pedagang beras

KLATEN (Pos Sore) —  Harga komoditas beras di wilayah Klaten, Jateng mulai merangkak naik. Kenaikan bahan pokok ini dipengaruhi menurunnya hasil panen di kalangan petani.

Salah satu pedagang beras di Pasar Delanggu, Klaten, Notosuharjo (74) menjelaskan, anomali cuaca yang terjadi di wilayah Klaten sangat mempengaruhi produksi panen padi. Hal tersebut pun berimbas pada harga jual beras di pasaran.

“Jumlah stok beras semakin berkurang, sementara permintaan termasuk tinggi,” katanya, Rabu (12/2).

Menurutnya, tingginya curah hujan membuat hasil panen merosot hingga 30 persen. Kondisi tersebut terjadi pada kurun waktu Desember hingga Februari ini.

“Diprediksi, panen akan kembali normal memasuki pertengahan Maret nanti. Untuk saat ini, kenaikan tidak dapat diperkirakan sampai harga berapa,” ungkapnya.

Adapun kenaikan harga berasa antara lain beras jenis 64 yang sebelumnya dijual dengan harga Rp8.000 per kilogramnya, naik menjadi Rp 8.500 per kilo,  jenis Mentik Wangi dari harga Rp9.500 per kilo menjadi Rp 10.000 per kilo. Kondisi serupa juga terjadi pada beras jenis Bramu yang dihargai Rp 10.500 per kilogramnya. (dra)