Wanita Saudi Harus Ditemani Kerabat Pria Saat Berobat

Jumat, 14 Feb 2014

RIYADH — Seorang ulama terkenal Arab Saudi mengeluarkan fatwa yang melarang wanita pergi ke dokter pria tanpa ditemani kerabat pria dengan alasan hal itu bertentangan dalam Islam.

Pernyataan ini diungkapkan Shaikh Qays Al Mubarak, seorang anggota Dewan Ulama Senior, seperti dikutip suratkabar Al Hayat kemarin.

Shaikh Al Mubarak mengungkapkan hal itu menyusul kasus kematian seorang mahasiswi pekan lalu setelah tim medis ditolak masuk ke dalam kampus karena mereka  tidak ditemani seorang kerabat pria mahasiswi itu. Ini adalah sebuah keharusan berdasarkan aturan segregasi (pemisahan jenis  kelamin) yang ketat di Saudi. “Wanita menjadi sembrono lantaran berkonsultasi ke dokter tanpa ditemani  mahram (pengawal pria) dan ini jelas dilarang,” jelas Al Mubarak.

“Pemeriksaan medis termasuk menunjukkan bagian tubuh wanita kepada dokter. Ini tidak diperbolehkan kecuali kasus mendesak,” tandasnya.

Menurutnya, wanita hanya boleh meminta pertolongan dari dokter pria bila dokter wanita tidak ada. Bila hal itu terjadi, mereka tidak boleh berduaan, dan dokter hanya boleh melihat bagian yang sakit saja.

Dewan Ulama Senior adalah otoritas agama tertinggi di Saudi. Sebelumnya, kepolisian agama di Propinsi Timur melarang wanita masuk ke beberapa pusat media swasta tanpa ditemani pengawal kerabat pria.

Anggota Komisi untuk Promosi Kebajikan dan Pencegahan Kejahatan telah memasuki sebuah pusat kesehatan dan diet dan melarang wanita berkonsultasi dengan pakar gizi pria tanpa kehadiran mahram.

Pada 2012 lalu, 15 anak perempuan tewas setelah api membakar sekolah mereka di Mekah. Saat itu polisi agama memblokir proses evakuasi korban karena menganggap para korban tidak berpakaian sesuai dengan ajaran Islam.

Menurut saksi mata, para petugas pria tak bisa memberikan pertolongan karena para korban yang berusia antara 12 hingga 14 tahun tidak memakai abaya lantaran mereka tergesa-gesa menyelamatkan diri dari kobaran api.

Arab Saudi menerapkan hukum syariah yang ketat, terutama pemisahan jenis kelamin dan melarang wanita bekerja atau bepergian tanpa izin kerabat pria. Saudi juga satu-satunya negara di dunia yang melarang wanita berkendara  sendiri.(gulfnews/meidia)