Denmark Larang Sembelih Hewan Sesuai Syariah

Senin, 17 Feb 2014
Denmark melarang penyembelihan hewan sesuai hukum syariah dan agama Yahudi

KOPENHAGEN (Pos Sore) — Ini pukulan bagi umat Muslim dan Yahudi. Pemerintah Denmark pekan lalu mengeluarkan putusan yang melarang penyembelihan hewan secara agama.

Masyarakat muslim dan Yahudi merasa marah karena larangan itu menjadi serangan langsung atas kelancaran praktek ibadah agama. “Kami dan lembaga muslim sedang membahas masalah ini,” ujar pemimpin Yahudi Finn Schwartz.

Kontroversi dimulai pekan lalu ketika Menteri Pangan dan Pertanian Dan Jøgensen mengumumkan larangan menyembelih hewan sesuai hukum agama menurut umat Islam dan Yahudi.

“Berdasarkan hukum Islam dan Yahudi, hewan harus disembelih dengan menggunakan pisau tajam. Konsep halal awalnya berlaku untuk makanan.”

Larangan ini mulai berlaku efektif di Denmark sejak Senin ini. ”Hak-hak hewan lebih diutamakan ketimbang agama,” tegas Jøgensen seperti dikutip stasiun televisi Denmark, TV2.

Larangan itu ditentang keras di kalangan pemimpin agama. Mereka menyebutnya sebagai serangan atas kebebasan minoritas beragama.

“Ketika Anda memiliki minoritas beragama di masyarakat, Anda semestinya menghormatinya bahkan sekalipun Anda tidak menyukai beberapa hal yang mereka lakukan,” papar Schwartz.

Debat serupa tentang penyembelihan hewan sesuai hukum syariah dan kosher muncul pada musim panas lalu ketika Menteri Pangan sebelumnya Karen Hækkerup menentang semua penyembelihan hewan tanpa dibius lebih dulu.

“Keputusan pemerintah Denmark juga ditentang Komisaris Eropa untuk Kesehatan Tonio Borg. Menurutnya, larangan itu bertentangan dengan hukum Eropa.”

Pernyataan ini dikeluarkan sebagai tanggapan atas tuntutan orang muslim agar mereka boleh menyembelih hewan tanpa dibius sebelum atau setelahnya.

Keputusan pemerintah Denmark juga ditentang Komisaris Eropa untuk Kesehatan Tonio Borg. Menurutnya, larangan itu bertentangan dengan hukum Eropa.

Berdasarkan hukum Islam dan Yahudi, hewan harus disembelih dengan menggunakan pisau tajam. Konsep halal awalnya berlaku untuk makanan. Orang muslim hanya boleh makan daging halal yang disembelih dengan pisau tajam dan menyebut nama Allah.

Orang muslim di Denmark berjumlah sekitar 200.000 ribu jiwa dan mewakili tiga persen dari 5,4 juta penduduk. Negeri Skandinavia ini juga memilki umat Yahudi yang minoritas dengan jumlah sekitar 6.000 orang.(onislam/meidia)

Populer
Terkomentari
Bertekad Terus Berjuang
Prabowo: Jangan Jadikan RI Jadi Pesuruh Asing
Jumat, 22 Agustus 2014
Yang Muda Yang Berprestasi
‘Drizzle’ Gebrak Blantika Music Thrash Metal Di Bekasi
Minggu, 2 Maret 2014
ie_osh Batik Terobos Pasar Dunia
Sabtu, 22 Maret 2014
Dinilai Tak Mampu Dongkrak Daya Saing Industri
Jokowi Diminta Copot Saleh Husin
Senin, 8 Juni 2015
Tiga SKPD di Tasikmalaya Saling Tuding
Keberadaan Gudang Meresahkan Warga
Kamis, 8 Oktober 2015