Seniman AS Digugat Lantaran Pecahkan Vas Senilai 1 Juta Dolar

Selasa, 18 Feb 2014
Ai Weiwei

MIAMI (Pos Sore) — Seorang seniman lokal asal Florida harus diseret ke pengadilan setelah sengaja memecahkan sebuah vas milik seniman terkenal Cina Ai Weiwei dalam sebuah aksi protes.

Maximo Caminero (51) dituduh telah melakukan tindak kriminal setelah memecahkan vas seharga 1 juta dolar AS pada Minggu lalu di Miami.

Ia sengaja memecahkan benda seni itu sebagai protes karena Musium Seni Perez tidak memamerkan hasil karya seni seniman lokal. Namun sayang sekali, tindakannya itu justru membuatnya terjerat hukum.

Ai Weiwei adalah seniman Cina terkenal yang ditahan polisi Cina dalam sebuah operasi razia menangkap para pembangkang.

Museum Perez menggelar pameran seni para seniman Cina hingga pertengahan Maret. Menurut seorang petugas keamanan, Caminero mengangkat sebuah vas berwarna yang merupakan bagian dari sebuah instalasi lantai.

Ketika diminta untuk meletakkan vas bunga kembali, ia malah sengaja membantingnya ke lantai. Lalu pelaku mengatakan dirinya akan menggelar konferensi pers Selasa ini untuk menjelaskan perbuatannya itu.

Namun, ia mengaku memang sengaja membanting vas sebagai bentuk aksi protes. “Saya lakukan ini demi semua seniman lokal di Miami yang karyanya tak pernah dipamerkan di museum ini. Mereka malah rela menghabiskan jutaan dolar demi seniman internasional,” ujarnya seperti dikutip suratkabar the Miami News Times.

Ia juga mengaku melakukan perbuatan itu secara spontan dan terinspirasi karya seni Ai Weiwei. Vas yang diambilnya itu termasuk di antara lebih dari belasan vas yang dicat dengan warna-warna terang. Menurut Ai Weiwei, vas itu termasuk benda seni yang dibuat pada masa dinasti Han di Cina.

Di belakang instalasi dipajang tiga foto hitam putih yang menunjukkan Ai sedang memegang sebuah vas dan kemudian menjatuhkannya ke lantai hingga pecah berkeping-keping.

“Saya melihatnya sebagai sebuah tindakan provokasi yang dilakukan Weiwei dan bergabung dengannya dalam sebuah aksi protes,” jelas Caminero.(bbc/meidia)