Warga Solo Tolak Raperda Miras

Kamis, 20 Feb 2014
Menolak Raperda Miras

SOLO (Pos Sore) — Gelombang penolakan Rancangan Peraturan Daerah tentang Minuman Keras/Beralkohol (Raperda Miras) terus mengalir di DPRD Solo.

Informasi yang dhihimpun Pos Sore, Kamis (20/2), sudah banyak pihak yang tegas-tegas menolak Raperda Miras yang tengah digodok di DPRD Solo tersebut. Baik secara perorangan maupun organisasi.

“Raperda Miras yang kalau lolos akan ditetapkan sebagai Perda tersebut bakal menjadi ancaman bagi warga Kota Solo, karena secara terang-terangan pemerintah mengizinkan peredaran Miras di Kota Solo. Sampai kapan pun kami akan tolak Raperda Miras itu,” tegas Fauzi (28), salah satu mahasiswa di Solo.

Kemarin (19/2), elemen Islam yang menamakan dirinya Pegiat Anti Miras beraudiensi dengan DPRD Solo. Tidak hanya menyatakan penolakan Raperda Miras, mereka juga mengancam akan mengkampanyekan kepada masyarakat untuk tidak memilih partai yang mendukung Raperda Miras di Pemilihan Legislatif (Pileg), 9 April 2014 mendatang. Mereka diterima Ketua DPRD YF Sukasno di Ruang Paripurna.

Selain menyampaikan keluhan dan aspirasinya untuk menolak Raperda Miras, elemen Islam juga menanyai satu persatu sikap fraksi apakah menolak atau mendukung Raperda Miras. Dari enam fraksi, F-PKS, F-NIR dan F-PAN, secara terbuka menyatakan akan menolak Raperda Miras.

Sementara, FPDIP yang diwakili YF Sukasno menyatakan belum bisa memberikan sikap fraksinya lantaran kewenangan itu ada di Ketua Fraksi. Sedangkan Ketua F-PD, Herlan Purwanto menyatakan secara pribadi dan sebagai Ketua Fraksi, dirinya menolak Raperda Miras. Namun, sikap fraksi nantinya akan ditentukan lebih lanjut.

Begitu pula, Fraksi Golkar Sejahtera (F-GS), menyatakan 99 persen kemungkinan akan menolak. Namun demikian, nantinya masih akan melihat mekanisme di DPRD.

Ditemui usai audiensi, Koordinator Pegiat Anti Miras, Joko Sutarto mengatakan audiensi yang dilakukan pihaknya merupakan kaitan dengan langkah elemen Islam lainnya yang menolak Raperda Miras. “Ini berkaitan elemen-elemen Islam lainnya meski kami bergerak sendiri. Tujuannya sama yakni menolak Raperda Miras. Kami bergerak sendiri dengan berbagai cara antara lain dengan mengirim surat ke dewan dan audiensi,” katanya. (dra)