13 C
New York
19/04/2021
Aktual

PWRI Gandeng BPJS-K Kampanyekan Hidup Sehat

JAKARTA — Persatuan Wredatama Republik Indonesia (PWRI) dan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan  bekerjasama   melakukan sosialisasi dan  kampanye hidup sehat melalui 32 ribu Pos Pemberdayaan Keluarga (Posdaya) yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia. Tujuan sosialisasi ini agar masyarakat bisa hidup bugar dan sehat,  berumur panjang serta meningkatnya  perekonomian masyarakat.

Ketua Umum Pengurus Besar PWRI Prof Dr Haryono Suyono mengatakan,  anggota PWRI dan jajaran  BPJS Kesehatan yang dibantu  Yayasan Damandiri ingin mensukseskan jaminan kesehatan nasional.Semua masyarakat diharapkan nantinya bisa menjadi anggota BPJS  sehingga mendapat pelayanan gratis.

“Memang pada awal  pembentukan BPJS Kesehatan banyak sekali kekurangannya. Salah satunya adalah bagi pasien darah tinggi yang seharusnya mendapat pelayanan penuh tujuh hari di rumah sakit, namun pada kenyataannya hanya tiga  hari saja. Namun semua itu, saat ini sudah diperbaiki oleh BPJS sehingga pasien tersebut bisa mendapat pelayanan penuh dari rumah sakit,” kata Haryono saat silaturahmi BPJS Kesehatan dengan Pengurus Besar Persatuan Wredatama  Republik Indonesia (PWRI) di Jakarta, Rabu (19/2).

Haryono mengatakan, anggota PWRI  kebanyakan  berusia lanjut  dan banyak pengalaman sehingga bisa melayani tiga generasi, yaitu anak-anak, dewasa dan kalangan Lnsia. PWRI ini sudah ada di tingkat ranting-ranting tingkat Kecamatan akan bisa menyentuh seluruh masyarakat di setiap desa.

“Apalagi seluruh anggota PWRI ini kebanyakan menjadi teladan di masyarakat dan menjadi penggerak keluarga di  tingkat pedesaan. Nantinya mereka akan bergerak sendiri-sendiri atau melalui atas nama organisasi PWRI,”  jelasnya.

Apabila nantinya budaya sehat itu telah tercipta, dana-dana yang ada bisa dipergunakan untuk lainnya. Masyarakat  nantinya bisa lebih fokus untuk meningkatkan kesejahteraan. Semua itu bertujuan untuk memperbaiki bangsa dan negara yang saat ini sedang trepuruk.

Menurut Kepala BPJS Kesehatan, Fahmi Idris, gagasan Haryono Suyono untuk mensosialisasikan hidup sehat sangat  cemerlang sekali. Hal itu disebabkan tujuannya adalah untuk memperbaiki bangsa dan negara Indonesia.”Saya yakin anggota PWRI melalui bantuan KKN Tematik Posdaya akan bisa menjadi agen masyarakat dan memberikan  sosialisasi kepada masyarakat pedesaan untuk hidup sehat. Meski yang sakit mendapat pelayanan gratis, seperti Prof Haryono katakan yang mengantar dan keluarganya tidak mendapat pelayanan gratis,” tegsanya.

Tentu saja, katanya pengantar dan keluarga orang sakit akan ikut menjadi beban. Namun apabila seluruh masyarakat sudah bisa hidup sehat, nantinya tidak ada lagi pengantar dan keluarga yang dibebaninya.”Kami memang sebagai lembaga yang baru saja terbentuk mempunyai banyak persoalan. Memang selama ini masih banyak rumah sakit yang tidak memberikan pelayanan penuh dengan alasan takut defisit,” jelas Fahmi.

Namun. tambahnya, setelah BPJS Kesehatan memberikan jaminan akan membayar rumah sakit yang memberikan pelayanan  penuh saat ini masalah itu sudah mulai menghilang. Untuk itu, peranan PWRI ini sangat strategis sekali, karena bisa memberikan informasi  yang benar kepada masyarakat luas.”Tentu saja kami mohon maaf apabila sebelumnya memberikan pelayanan yang kurang nyaman dan memuaskan. Semua itu,  tentu saja kedepan akan segera diperbaiki,”  tutur Fahmi. (junaedi) 

Related posts

Pesta Sabu, Penyanyi Dangdut Caca Duo Molek Diamankan

marolop possore

Kokohkan Keluarga Indonesia dengan Al Quran

Tety Polmasari

Festival Pangan Lokal Upaya Kementan Angkat Citra Pangan Lokal

Tety Polmasari

Leave a Comment