IAI Sebut Banyak Apoteker ‘Tidak Percaya Diri’

Minggu, 23 Feb 2014

JAKARTA (Pos Sore) — Apoteker selama ini banyak yang tidak percaya diri. Kepercayaan dirinya tak terbentuk karena banyak yang tidak mempraktekkan dirinya sebagai apoteker.

Ketua Umum Ikatan Apoteker Indonesia (IAI), Drs. M Dani Pratomo, MM, menilai, apoteker memang membutuhkan investasi waktu dan tenaga. Tapi banyak apoteker yang tidak pernah praktik dan belajar. Jadi banyak yang merasa tidak percaya diri.

“Ketika ada obat tidak bereaksi pada pasien, apoteker harusnya mencari penyebabnya. Lalu mencoba membuat obat yang lebih baik dengan terus mencoba,” katanya di sela pameran dan Kongres XIX IAI, di Jakarta, kemarin.

Apoteker juga, ungkapnya, nyaris tak pernah melaksanakan SOP sebagai pemberi informasi. Misalnya, ada pasien yang menderita batuk, lalu membeli obat, apoteker harus menanyakan keluhan sakitnya agar obat yang diberikan tepat.

“Jika ada pasien minta obat lain, apoteker harus menjelaskan efek obat itu, khasiatnya bagaimana, dan lain-lain. Misalnya, membeli vitamin C, harus diinformasikan, minum vitamin yang larut dalam air, itu harus dalam keadaan perut kosong. Selama ini kan penyampaian informasi tidak dilakukan,” ungkapnya.

Menurutnya, hal tersebut jelas merugikan pasien. Kualitas hidup pasien jadi tidak meningkat. Terlebih sebanyak 50% obat dikonsumsi secara irasional. Ini kan sama saja biaya pengobatan sebesat Rp25 miliar terbuang sia-sia. “Ini sama saja apoteker tidak bertanggung jawab,” tandasnya.

Penyebabnya, kata Dani, sistem pendidikan apoteker yang tidak mendidik memecahkan masalah yang ada di pasien. Bukan hanya bisa membuat obat. Meski apoteker tidak punyak kewenangan mendiagnosa penyakit, pelayanan informasi penting dilakukan apoteker untuk memastikan obat tersebut sesuai yang dibutuhkan. (tety)