7 C
New York
25/02/2021
Aktual

AirNav Indonesia Miliki Gedung Berkonsep Hijau

JAKARTA (Pos Sore) — Perum Penyelenggaraan Pelayanan Navigasi Penerbangan Indonesia (AirNav Indonesia) memiliki gedung baru yang terletak di sebelah Barat kawasan Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten pada Senin (10/3).

Diresmikan Menteri Perhubungan EE Mangindaan didampingi Wakil Menteri Perhubungan (Wamenhub) Bambang Susantono, Direktorat Jendral Perhubungan Udara Herry Bakti dan Wakil Gubernur Banten Rano Karno, pembangunan gedung ini merupakan bentuk upaya pemerintah sebagai amanah UU Nomor 1 th 2009 tentang penerbangan.

“Dalam UU, pemerintah bertanggung jawab pelayanan navigasi udara. Oleh karena itu pembentukan Airnav ini telah terbentuk awal 2013,” jelas menhub, Senin (10/3).

Pengembangan gedung berlangsung sejak 15 Desember 2011 sampai 5 November 2013, atau berlangsung selama 23 bulan di diprakarsai Direktorat Jenderal Perhubungan Udara dengan anggaran APBN senilai Rp369 miliar, dengan luas lahan 7,8 Hektar dari PT Angkasa Pura II.

Sebagai pelaksana konstruksi PT Pembangunan Perumahan (Persero) menjadi kontraktor utama didukung PT Arkonin sebagai perencana gedung.

Sementara itu Dirjen Perhubungan Udara Herry Bakti menambahkan secara umum perancangan kawasan AirNav ini memiliki beberapa keuanggulan.

Dari segi equipment gedung operasi AirNav memiliki ruang kontrol dengan 80 working station untuk melayani navigasi penerbangan. “Dari segi arsitektural kawasan ini memiliki sarana pengolahan area hijau di daerah setempat,” katanya.

Sementara dari sisi gedung, dibangun dengan konsep green and smart dengan penggunaan kaca sun energy blue green yang ramah lingkungan dan hemat energi.

“Dengan ini diharapkan pelayanan dan pengaturan lalulintas udara di Indonesia akan mampu meningkatkan pelayananan penerbangan dan mengurangi delay,” tegasnya.(fent/possore)

Related posts

Bersama DigKontrol “Bisnis Jadi Ngegas”

Tety Polmasari

The most up-to-date Steel Media Reviews Supply by china manufacturer

Tety Polmasari

Five Easy Simple methods to Work With Challenging People Within a Task Control Environment

Tety Polmasari

1 comment

Dudi Sudibyo 27/05/2014 at 12:35

Airnav jangan sampai menjadi ladang korupsi baru bagi koruptor. Sudah menjadi strategi koruptor memecah perum dan membuat yang baru dengan orang orang /direktur yg baru yang bisa diatur oleh koruptor. Pemecahan juga sering dilakukan untuk bagi-bagi kekuasaan.

Memang kalau perum/perusahaan nasional yg sudah lama berdiri sudah ada penguasanya. Ibaratnya Pasar lama sudah ada centeng/preman nya. Jadi perlu dibuat perum baru yg bisa diduduki oleh “centeng/preman” baru.

Mudah mudahan bisa di awasi kegiatan di Airnav ini.

Reply

Leave a Comment