13 C
New York
19/04/2021
Aktual

Di Cina, Anjing Berbulu Emas Dijual Seharga 2 Juta Dolar AS

BEIJING (Pos Sore) — Seekor anjing mastiff berbulu sangat lebat keturunan Tibet telah dijual seharga hampir 2 juta dolar AS di Cina. Ini adalah penjualan termahal untuk seekor anjing yang tercatat dalam sejarah, demikian laporan dari suratkabar Qianjiang Evening News.

Seorang pengembang properti membayar uang sebesar 12 juta yuan (1,9 juta dolar) untuk anjing mastiff berbulu emas yang sangat lebat di sebuah pameran hewan mewah pada Selasa lalu di timur Propinsi Zhejiang.

“Anjing ini memiliki darah peranakan singa dan termasuk jenis anjing Vietnam kelas atas,” ujar seorang pembiak anjing, Zhang Gengyun. Ia juga menyebutkan anjing lain yang berbulu merah telah dijual seharga 6 juta yuan.

Dilihat sepintas, anjing ini bertubuh besar dan kadangkala terlihat ganas sehingga mirip dengan seekor singa. Jenis anjing mastiff Tibet ini menjadi simbol status yang berharga di kalangan orang kaya Cina sehingga harganya meroket tinggi.

Hewan berkaki empat berambut emas ini memiliki tinggi 80 sentimeter dan berat 90 kilogram. Zhang sendiri merasa sedih harus menjual hewan-hewan itu. “Anjing mastiff Tibet murni sangat jarang didapat, seperti halnya panda yang menjadi kebanggaan bangsa kami. Jadi harganya sangat tinggi,” ujarnya.

Seekor anjing mastiff merah berjuluk “Big Splash” dikabarkan terjual seharga 10 juta yuan (1,5 juta dolar AS) pada 2011 lalu dan merupakan rekor penjualan anjing termahal saat itu.

Pembeli pada pameran hewan piaraan mewah di Zhejiang adalah seorang pengembang properti berusia 56 tahun dari Qingdao. Ia berharap dapat membiakkan sendiri anjingnya. Menurut pengakuan pemilik situs website pembiakkan anjing mastiff, tahun lalu ia berhasil menjual seekor anjing seharga 27 juta yuan di sebuah pameran hewan di Beijing.

Namun seorang kalangan dalam industri bernama Xi menyebutkan harga yang melambung ini adalah hasil kesepakatan di kalangan pembiak anjing guna menaikkan nilai jual anjing mereka.

Anjing mastiff sukunya biasa dipakai untuk berburu oleh para suku nomaden di Asia Tengah dan Tibet. Mereka sangat setia dan protektif kepada tuannya.(yahoo/meidia)

Related posts

Direktur Polimedia: Indonesia Mendesak Miliki UU Ekonomi Kreatif

Tety Polmasari

Produk UMKM Dalam Gempuran Produk Impor di Pasar Global

Tety Polmasari

Berkedok Biro Jasa KI Tipu 30 Orang

Tety Polmasari

Leave a Comment