19.2 C
New York
04/06/2020
Aktual

Golkar Cukup Sodorkan Cawapres

JAKARTA(Pos Sore)—Posisi calon presiden(capres) dari Partai Golkar Aburizal Bakrie(Ical atau ARB) kembali digoyang. Rendahnya elektabilitas Ical dan tidak tercapainya suara Partai Golkar dalam pemilu legislative kemarin mendorong, Zainal Bintang, tokoh senior MKGR, salah satu dari tiga kino di Partai Golkar, angkat bicara. Dia menyebutkan, Golkar seharusnya mengusung Jusuf Kalla, Akbar Tanjung, Luhut Panjaitan, dan Priyo Budi Santoso sebagai calon wakil presiden(cawapres).

“JK, Akbar, dan Luhut adalah tokoh senior di Partai Golkar. Sedangkan Priyo merupakan anak muda yang potensial Golkar dan saat ini menjabat sebagai Ketua Umum MKGR,”papar Zainal Bintang dalam sebuah diskusi di warung makan Warung Daun, Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu(19/4).

Soal tokoh muda ini, dia menggarisbawahi karir dan latar belakang Priyo Budi Santoso dibidang politik. Priyo mnurut Zainal memilki peluang andaikata ada tekanan pasar mendesak wakil presiden harus berusia muda. “Priyo patut dimajukan sebagai cawapres Partai Golkar,”imbuhnya.

Doktor Ilmu Politik dari Universitas Indonesia Viktor Silaen dalam diskusi itu mengatakan, melihat elektabilitas Ical yang stagnan dan paling rendah di antara kandidat kuat capres dari partai lain, seperti Jokowi dan Prabowo, seharusnya dia mundur dengan suka rela demi kepentingan Golkar. “Ical dan Golkar sebaiknya menyodorkan kader yang paling berpeluang sebagai cawapres dari Jokowi atau Prabowo,katanya seraya menyebut nama JK, Akbar, atau Priyo sebagai pilihan.

Dia mengingatkan, bahwa koalisi tidak hanya dipikirkan untuk kemenangan saat pilpres berlangsung, tapi juga demi stabilitas pemerintahan yang kuat selama lima tahun ke depan. Sehingga seharusnya capres-capres potensial memilih cawapres dari partai pendukung yang potensial juga. Sementara itu,pengamat politik Benedictus menyebutkan capres dan cawapres yang sebenarnya ideal ialah yang bisa mengatasi masalah-masalah yang terjadi di Indonesia ini.

“Pemimpin ideal ialah pemimpin yang sangat peka dengan budaya. Kenapa? Karena dengan keberagaman dan kekayaan di Indonesia masih banyak persoalan yang muncul. Di antaranya persoalan disintegrasi dan persoalan tentang berlatar belakang konflik SARA dan terosrisme. Termasuk bisa membangun perekonomian Indonesia di tingkat global dan dalam negeri,”papar Benedictus. Dalam kaitan ini dia mengajak masyarakat Indonesia untuk memilih pasangan capres-cawapres yang sifatnya saling mengisi.((andoes)

Related posts

Penutupan Diskusi Panel Serial Hasilkan Nilai Keindonesiaan

Tety Polmasari

Kemnakertrans-BNP2TKI Sepakat Soal Skorsing PPTKIS

Tety Polmasari

How-To Mount New Development Windows (In an active household)

Tety Polmasari

Leave a Comment