Muslim Malawi Protes Penari Berjilbab

Kamis, 1 Mei 2014
Illustrasi: Para wanita muslim berjilbab kerap dipakai sebagai penari pada berbagai kampanye pemilu

LILONGWE — Sebuah organisasi Islam terkemuka di Malawi melancarkan aksi protes atas penggunaan para wanita muslim berjilbab untuk menari dalam berbagai kampanye politik. Fenomena itu dianggap bertentangan dengan ajaran Islam.  “Gerakan Islam Mangochi prihatin atas kecenderungan di kalangan beberapa partai politik, terutama Partai Rakyat, yang mengambil wanita muslim berjilbab untuk menari dalam arak-arakkan politik menggunakan lagu-lagu dan kata suci Islam lain seperti takbir (Allahu Akbar),” ujar Kassim Kasinde, Sekretaris Gerakan Islam Mangochi.

Pernyataan Kasinde ini dikeluarkan menyusul fenomena baru pada arak-arakkan pemilu untuk Presiden Joyce Banda. Pada setiap arakkan, para wanita muslim berjilbab dikerahkan sebagai penari.  Kecaman serupa juga datang dari beberapa kelompok muslim. Mereka menilai hal itu bertentangan dengan ajaran Islam.  Isu itu berkembang menjadi aksi protes, termasuk unjuk rasa yang digelar Jumat lalu yang diorganisir oleh Gerakan Islam Mangochi.

Gerakan Islam Mangochi juga mengajukan petisi menentang praktek itu ke komisaris Mangochi. Mereka mendesak diakhirinya praktek penggunaan wanita muslim berjilbab sebagai penari pada arak-arakkan.  Sebaliknya, Asosiasi Muslim Malawi (MAM) dikecam karena membolehkan wanita berjilbab menari pada acara kampanye politik.

Menurut Kasinde, wanita muslim boleh ikut berpartisipasi dalam arak-arakkan selama mereka tidak tampil dengan pakaian keagamaan dan tidak menyanyikan lagu-lagu Islam dan kata-kata suci.  Islam adalah agama terbesar kedua setelah Kristen di negara yang terletak di selatan Afrika itu.

Statistik resmi menunjukkan orang muslim mewakili 12 persen dari 14 juta jiwa. Namun MAM menyebutkan jumlah orang muslim mencapai 36 persen.  Wanita Muslim tidak boleh ikut dalam kelompok tari rakyat karena dianggap haram dalam Islam. Pria dan wanita yang menari bersama dianggap haram kecuali ketika seorang istri menari di depan suaminya. Wanita boleh menari dan menyanyi selama tidak ada laki-laki di dekatnya.(onislam/meidia)

Populer
Terkomentari
Bertekad Terus Berjuang
Prabowo: Jangan Jadikan RI Jadi Pesuruh Asing
Jumat, 22 Agustus 2014
Yang Muda Yang Berprestasi
‘Drizzle’ Gebrak Blantika Music Thrash Metal Di Bekasi
Minggu, 2 Maret 2014
ie_osh Batik Terobos Pasar Dunia
Sabtu, 22 Maret 2014
Dinilai Tak Mampu Dongkrak Daya Saing Industri
Jokowi Diminta Copot Saleh Husin
Senin, 8 Juni 2015
Tiga SKPD di Tasikmalaya Saling Tuding
Keberadaan Gudang Meresahkan Warga
Kamis, 8 Oktober 2015