24.1 C
New York
09/07/2020
Aktual

Bus Listrik Efektif Atasi Polusi Jakarta

JAKARTA (Pos Sore) –Ketua Umum Kadin DKI Jakarta, Eddy Kuntadi mengatakan, perbaikan layanan transportasi mnggunakan bahan bakar listrik yang ramah lingkungan perlu diambil agar tidak menggerus pengeluaran pemerintah.
Apalagi,katanya, ke depan harga BBM akan semakin mahal.”Kita memiliki kemampuan mendisain mobil listrik.Ini karya anak bangsa yang harus diapresiasi,” ungkap Eddy saat meninjau salah satu bus listrik produksi pengusaha lokal di sela Rapimprov I Kadin DKI Jakarta, 2014,Selasa (6/5).

Eddy mengungkapkan, dengan adanya bus listrik ini, keinginan pemda menciptakan kota hijau dan bebas polusi akan bisa diwujudkan. “Kita jangan melihat persoalan kasus per kasus.Ide produksi bus listrik ini tujuannya menghemat energi listrik yang juga mulai mahal.”

Masalahnya, kata Eddy, pasarnya saat ini belum terbuka.Sosialisasi belum ada. Agar ide ini bisa terealisasi, katanya, perlu garansi dari pihak pembuat kebijakan. “Maaf saja, terkadang ada di kita yang masih berpikir jangka pendek untuk keuntungan sesaat.Di sini butuh peran semua pihak.Ide sudah ada,perlu sinergi kebijakan.”

Eddy menyatakan, bus listrik ini mesti ditawarkan ke pasar bukan hanya di DKI Jakarta, akan tetapi juga bisa ditawarkan ke daerah lain.

Dasep Ahmadi selaku penemu ide merancang bus listrik mengungkapkan, saat ini bus listrik ini sudah mulai di order sejumlah instansi seperti  PGN, PLN. Sekitar 19 unit bus lostrik sudah diorder dengan harga di atas Rp1 miliar per unit.Dasep memaparkan cara kerja bus lostri ini tidak rumit.Bus ini juga tidak menggunakan listrik bersubsidi karena di dalam kondisi tertentu bisa menggunakan energi yang idlle (tidak terpakai) seperti di malam hari.”Enginenya memiliki efisiensi tinggi sekitar 90 persen jauh lebih hemat dengan motor bakar dengan efisiensi engine 25 persen.”

Keunggulan lain,katanya, motor listrik bisa berubah menjadi generator energi mekanik dengan jarak tempuh 100 km-120 km.Energi listri yang digunakan bisa disimpan dengan menggunakan sistem charging selama 45 menit.”Seperti di hotel dengan kekuatan voltase 220 volt amper bisa di charge.Kalau pemda DKI Jakarta butuh 100 unit,kita siap memproduksi.”

Sementara itu, Deputy Bidang Perdagangan dan Industri,Sekdaprov DKI Jakarta, Hafifah Ani menilai bus listrik ini cocok digunakan di ibukota.Apalagi saat ini pihaknya tengah gencar mengusahakan pengendalian polusi udara dan pencemaran lingkungan.” Hanya sajan harus disipkan juga stasiun pengisian energi listriknya, agar lebih mudah. Ini persoalan kita. Karena untuk stasiun bahan bakar gas saja hingga saat ini belum maksimal.(fitri)

Related posts

Perjuangan BSN Agar Produk Indonesia Kian Mendunia

Tety Polmasari

Rokok ‘Membunuh’ Manusia

Tety Polmasari

Presiden Jokowi Mohon Doa Masyarakat Untuk Almarhumah Ibunda

Tety Polmasari

Leave a Comment