JK Minta Dokter ‘Tak Nakal’ Layani Pasien

Selasa, 13 Mei 2014
Jusuf Kalla dan Ketua PB IDI, Dr. Zaenal Abidin

JAKARTA (Pos Sore) — Mantan Wakil Presiden, Jusuf Kalla, mengeluh banyaknya orang Indonesia yang berobat keluar negeri. Penyebabnya bisa jadi pola kerja dokter di rumah sakit yang melayani banyak pasien, tak ideal.

“Adanya JKN dan BPJS artinya pemerintah sudah melihat kesehatan penting. Tapi banyak pasien sekarang ini lebih memilih periksa dokter di Singapura,” kata Jusuf Kalla, dalam diskusi yang dimoderatori Ketua Umum PB Ikatan Dokter Indonesia (IDI), dr. Zaenal Abidin, M.Kes, di kantor PB IDI, kemarin.

Menurutnya, banyak faktor yang membuat sebagian masyarakat kita berobat ke luar negeri. Selain karena minimnya fasilitas dan sistem, juga karena ada dokter yang dalam 1 hari bisa menangani 100 pasien. “Ini perbandingannya tidak begitu jelek tapi kurang efektif,” katanya.

Ketua umum PMI ini, menandaskan, tugas utama seorang dokter menyembuhkan pasien yang sedang sakit. Lalu bagaimana bila dokternya sendiri yang tak menjaga kesehatan? JK pun meminta dokter tak ‘nakal’ pada dirinya sendiri.

“Ada dokter yang nggak tahu diri, memaksakan kesehatannya menangani pasien sampai tengah malam. Yang kasihan bukan hanya dokternya saja, tapi juga pasiennya. Bisa salah ngasih diagnosa itu. Jangan-jangan copy paste saja itu nanti resepnya,” canda JK.

Bila kondisi kesehatan dokter terganggu, ia memastikan akan berpengaruh pada kinerja dan pasiennya. Karena itu, ia mengusulkan dokter membatasi jam kerjanya, hanya di 2 atau 3 tempat saja.

“Saya minta dokter hanya boleh praktek sampai jam 20.00 WIB supaya bisa lebih baik lagi. Terkadang ada pasien yang minta konsultasi jam 12 malam. Salah total, mana efektif periksa pada saat praktek malam! Utamakan kesehatan dokter sendiri juga. Tidak ada di negara maju praktek jam 24.00 WIB. Kita juga harus menjaga kesehatan dokter kalau tidak kita akan terus kalah dengan negara lain,” tandasnya.

JK juga mengkritisi prilaku pasien di Indonesia yang dinilainya sering tak ikut aturan. Salah satunya, kalangan menengah ke atas yang menurutnya enggan memeriksakan diri ke dokter umum.

“Pasien yang mampu mana mau ke dokter umum mereka langsung merujuk ke dokter spesialis. Kalau sakit ke dokter umum dulu dong. Rakyat biasa sudah berjalan tapi yang harus diubah di golongan menengah dan elite ini,” ujar JK dengan wajah serius.

Meski ada perbaikan, namun masih banyak kekurangan yang menjadi PR pemerintah di bidang kesehatan. JK meminta seluruh rakyat dan tenaga medis untuk bahu membahu meningkatkan kualitas kesehatan Indonesia. (tety)

Populer
Terkomentari
Bertekad Terus Berjuang
Prabowo: Jangan Jadikan RI Jadi Pesuruh Asing
Jumat, 22 Agustus 2014
Yang Muda Yang Berprestasi
‘Drizzle’ Gebrak Blantika Music Thrash Metal Di Bekasi
Minggu, 2 Maret 2014
ie_osh Batik Terobos Pasar Dunia
Sabtu, 22 Maret 2014
Dinilai Tak Mampu Dongkrak Daya Saing Industri
Jokowi Diminta Copot Saleh Husin
Senin, 8 Juni 2015
Tiga SKPD di Tasikmalaya Saling Tuding
Keberadaan Gudang Meresahkan Warga
Kamis, 8 Oktober 2015