Pembangunan Berwawasan Lingkungan Turunkan Kejadian Karhutla

Sabtu, 21 Jun 2014
Menteri Lingkungan Hidup, Balthazar Kambuaya, membuka Seminar Nasional 'Uji Publik Prosedur Operasi Standar Nasional Pencegahan Kebakaran Hutan dan Lahan', ditandai dengan pemukulan gong, di Jakarta, Rabu (18/6)

JAKARTA (Pos Sore) — El Nino diprediksi datang pada puncak musim kemarau, pada Agustus. Kehadirannya berpotensi terhadap terjadinya kebakaran hutan dan lahan. Karenanya, berbagai pihak diminta melakukan pencegahan karhutla secara terpadu, efektif, dan efisien.

Menurut Menko Kesra, Agung Laksono, kebakaran hutan dan lahan umumnya bersumber dari ulah manusia dengan berbagai alasan. Penegakan hukum yang tegas dan tuntas menjadi faktor kunci keberhasilan dalam pencegahan karhutla.

“Di samping penegakan hukum, sosialisasi dan penyuluhan kesadaran hukum juga tidak kalah penting,” tegas Agung dalam sambutan tertulis pembukaan Seminar Nasional ‘Uji Publik Prosedur Operasi Standar Nasional Pencegahan Kebakaran Hutan dan Lahan’, di Jakarta, Rabu (18/6).

Agung juga menyebut, kebakaran di kawasan gambut menimbulkan dampak lingkungan yang cukup signifikan karena meningkatkan emisi gas rumah kasa. “Hal ini akan mengganggu pencapaian target pengurangan emisi GRK secara nasional sebesar 20% sampai tahun 2020, yang menjadi komitmen Indonesia kepada dunia internasional,” lanjutnya.

Dikatakan, pencegahan yang efektif hanya dapat dilakukan bila terdapat suatu pengorganisasian yang melibatkan pihak-pihak berkepentingan terkait. Karenanya, Prosedur Operasi Standar Nasional (POSNAS) ini menjadi pedoman nasional dalam melakukan tindakan pencegahan karhutla.

Penanganan karhutla sendiri sebenarnya sudah diatur pada Inpres No. 16 tahun 2011 tentang Peningkatan Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan. Namun belum semua kementerian, lembaga, dan pemda mendapatkan peran dan tugas strategis dimaksud. Pembangunan Berwawasan Lingkungan Turunkan Kejadian Karhutla, katanya.

“POSNAS akan diusulkan menjadi Rancangan Peraturan Pemerintah tentang Posnas Pecegahan kebakaran hutan dan lahan,” katanya. (tety)