20.2 C
New York
03/06/2020
Gaya Hidup

Ingin Kuasai Teknik Komik Jepang? Ikuti Saja Manga Pro Class

JAKARTA (Pos Sore) — Minat masyarakat Indonesia untuk menguasai teknik pembuatan komik Jepang atau manga, cukup tinggi. Melihat animo ini Pan Asia Network (PAN) bersama Masyarakat Komik Indonesia (MKI) membuka Manga Pro Class selama 6 bulan pada 28 Juni-28 Desember 2014 di Ambasador Cafe, Bulungan, Jakarta Selatan.

“Ini yang pertama di Indonesia. Manga Pro Class adalah kelas yang khusus diperuntukkan bagi mereka yang ingin menjadi penulis manga. Tim pengajarnya adalah editor manga berpengalaman dari Jepang dan penulis manga profesional dari Indonesia yang sudah terbiasa melatih,” terang Surya Saputra, Direktur PT Pan Asia Bersama, di Jakarta, kemarin.

Karena ini kelas pro, maka para peserta memang sudah harus memiliki kemampuan menggambar komik, yang di dalam pelatihan akan diperhalus dengan teknik manga asal Jepang. Setelah 6 bulan menjalani kursus dengan biaya Rp750 ribu per bulan, hasil manga para peserta akan disalurkan dalam industri manga atau yang lebih dikenal dengan anime di negeri matahari terbit itu.

“Dari dua kelas juga ada pembicara dari Masyarakat Komik Indonesia yaitu Rezki, Fadza Meonk (Shijuki), Suryo Laksono dan beberapa pembicara tamu lainnya. Sementara dari Jepang, Wakanabe Yoshihiko, editor manga di Jepang, yang juga mantan editor manga, pada penerbit Kadokawa,” tambahnya.

Nagashima Masaharu, manga profesional asal Jepang, menilai, perkembangan manga Indonesia cukup baik dari sisi komiknya. Gambar yang dihasilkan juga cukup unik dan khas meski masih terinspirasi dari manga Jepang.

“Masyarakat menganggap komik Jepang hanya diperuntukkan bagi anak-anak. Padahal, manga yang beredar di Jepang dan di beberapa negara di dunia juga ada yang diperuntukkan bagi remaja dan orang dewasa,” kata Komisaris & Eksekutif Produser PT. Pan Asia Network ini.

Manga tak saja populer di negara asalnya, namun merambat ke beberapa negara, termasuk Indonesia. Manga di Indonesia mulai menjadi sebuah tren di kalangan anak muda dan memicu munculnya industri manga di Indonesia.

Buktinya, dengan banyaknya penggemar komik Jepang yang berminat mempelajari teknik menggambar manga ini. Kursus manga pun hadir untuk memenuhi permintaan pasar.

“Ke depan, harapannya pamor komik Indonesia bisa terangkat dari tren manga ini yang menciptakan ketertarikan masyarakat terhadap komik dengan karya yang beragam,” harap Rezki dari Masyakarat Komik Indonesia, yang hadir pada pembukaan Manga Pro Class. (tety)

Related posts

FIB UI Bedah Buku Manusia Ide: Otobiografi Mochtar Riady

Tety Polmasari

Mewakili Presiden, Menkop Resmikan Pekan Batik Nusantara 2016

Tety Polmasari

‘The Nusantara Ramadan’ di JW Marriott Hotel Jakarta

Tety Polmasari

Leave a Comment