Ingridien Pangan: Hasilkan Produk Aman, Bergizi, Berkhasiat

Selasa, 15 Jul 2014

JAKARTA (Pos Sore) — Teknologi bahan makanan telah maju sangat pesat. Dengan teknologi ini, konsumen juga memiliki harapan tinggi untuk makanan yang lebih aman dan lebih terjangkau.

“Terutama permintaan untuk pembuatan makanan peningkatan kesehatan dan pencegahan penyakit. Ini kunci penting untuk teknologi bahan,” kata Prof. Dr. Purwiyatno Hariyadi, PhD, Guru Besar Rekayasa Proses Pangan Institut Pertanian Bogor (IPB), di Jakarta, Selasa (15/7).

Ia menegaskan hal itu terkait kegiatan pameran dagang Food Ingredient Asia (Fi Asia) pada 15-17 Oktober 2014 di Jakarta International Expo, Kemayoran-Jakarta.

Karenanya, Direktur South East Asian Food and Agricultural Science and Technology (SEAFAST Center), ini menegaskan, Fi Asia 2014 memberikan kesempatan para ahli teknologi pangan, pengolahan makanan, perusahaan makanan, dan produsen bahan makanan melihat inovasi dan kemajuan teknologi produksi yang terkait dengan produksi dan pengembangan bahan makanan di dunia.

Menurutnya, pameran ini mendukung perkembangan industri bahan makanan Indonesia untuk memproduksi dan mempromosikan produk sesuai dengan selera dan permintaan konsumen, sehingga potensi Indonesia akan lebih terus tergali.

“Saya berharap bahan-bahan makanan lokal Indonesia akan dipamerkan dalam pameran ini,” katanya.

Namun, ia mengingatkan, penggunaan ingridien tetap harus mengacu kepada persyaratan keamanan pangan. Tidak ada artinya berbicara cita rasa dan nilai gizi, atau pun sifat fungsional yang bagus, tetapi produk tersebut tidak aman untuk dikonsumsi.

“Nah, teknologi ingridien dan pengolahan pangan bisa memastikan produk pangan yang ada mempunyai tingkat keamanan pangan yang baik,” ujarnya.

Menurutnya, industri pangan perlu secara innovatif memastikan produk pangan yang diproduksinya bebas cemaran biologis, kimia, dan benda lain yang membahayakan kesehatan manusia,” tambahnya.

Undang-Undang Pangan telah menggariskan ‘setiap orang yang bertanggung jawab dalam penyelenggaraan kegiatan atau proses produksi, penyimpanan, pengangkutan, dan atau peredaran pangan wajib memenuhi persyaratan sanitasi, keamanan, dan atau keselamatan manusia’.

“Kalau berbicara tentang pangan, konsumen tetap harus menuntut produk pangan dengan cita rasa enak, nikmat, dan lezat. Konsumen akan menuntut adanya sensasi yang khas dari produk pangan. Sensasi ini dimulai ketika produk disajikan, dipegang, dimasukkan dalam mulut dan mulai dikunyah,” tuturnya.

Karena itu, dalam memformulasikan produk pangan diperlukan tidak saja ingridien gizi, tetapi juga ingridien lain yang sifatnya non gizi, yang mempunyai fungsi-fungsi tertentu yang dikehendaki. (tety)

Populer
Terkomentari
Bertekad Terus Berjuang
Prabowo: Jangan Jadikan RI Jadi Pesuruh Asing
Jumat, 22 Agustus 2014
Yang Muda Yang Berprestasi
‘Drizzle’ Gebrak Blantika Music Thrash Metal Di Bekasi
Minggu, 2 Maret 2014
ie_osh Batik Terobos Pasar Dunia
Sabtu, 22 Maret 2014
Dinilai Tak Mampu Dongkrak Daya Saing Industri
Jokowi Diminta Copot Saleh Husin
Senin, 8 Juni 2015
Tiga SKPD di Tasikmalaya Saling Tuding
Keberadaan Gudang Meresahkan Warga
Kamis, 8 Oktober 2015