Tim Prabowo Miliki Data dan Bukti Lengkap

Rabu, 23 Jul 2014
Illustrasi: Perhitungan cepat Pilpres sebelum penetapan hasil hitung final oleh KPU

JAKARTA (Pos Sore)–  Tim pemenangan capres nomor urut 1 Prabowo-Hatta, pada Pilpres 9 Juli lalu, Laurens Bahang Dama mengaku memiliki data dan bukti lengkap  yang dapat dipertanggungjawabkan untuk kemenangan pasangan nomor urut satu itu pada pilpres baru lalu.

Itu dingkapkan Laurens di Jakarta, Selasa (22/7) menanggapi rekapitulasi suara Pilpres yang mengunggulkan Jokowi-JK.  Karena itu, tim Prabowo-Hatta memastikan  akan mengajukan gugatan  ke Mahkamah Konstitusi (MK). Soal kelengkapan data ini juga sempat disampaikan  Prabowo dua hari sebelumnya sebagaimana diberitakan pers.

“Kalau ke MK itu kan harus dengan bukti data yang kuat. Misalkan ada selisih lebih dari 6 juta suara, apakah bisa dengan selisih itu. Tentu dengan pertimbangan. Kan harus dilihat selisih hasil itu lebih dari 6 jutaan adalah akibat terjadi kecurangan,” kata Laurens, sambil mengingatkan bukti-bukti yang ada pada pihaknya justru lebih dari cukup.

Anggota Komisi V DPR RI 2009-2014 ini optimis dengan selisih suara sebanyak itu, duet Prabowo-Hatta adalah pemenang Pilpres 9 Juli lalu. “Kami optimis menang jika penentuan pemenang Pilpres 2014 ini harus berakhir di MK. Apalagi kalau buktinya lebih dari itu. Tim hukum Prabowo-Hatta dipimpin Firman Wijaya dan mereka sudah siap maju ke MK,” kata  Laurens.

Tidak Masalah

Pada kesempatan terpisah, Wakil Ketua MPR RI, Melani Leimina Suharli mengatakan, tidak masalah capres-cawapres yang kalah menggugat ke MK karena langkah itu konstitusional. Putusannya pun nantinya bersifat final dan mengikat, sehingga tak bisa diganggu-gugat lagi dan langsung berlaku. Yang terpenting semua proses Pilpres ini berlangsung aman, damai, dan tanpa gejolak sosial.

“Pilpres yang berlangsung sekarang ini menjadi tegang karena ada dua pasangan capres. Karena itu, lembaga tinggi negara seperti  Presiden, MPR, DPR, DPD, MK, BPK, dan KY melakukan pertemuan-pertemuan menjelang dan setelah Pilpres untuk terwujudnya kedamaian,” tegas politisi Demokrat itu.

Melani optimis kondisi negara akan aman pasca pengumuman rekapitulasi suara Pilpres oleh KPU. Apalagi, kedua pasangan capres sudah sama-sama menyatakan siap menang dan siap kalah. “Jadi, siapapun yang terpilih ke depan harus menjadikan negara ini dihormati dan disegani dunia internasional.”

Menurut Melani, ke depan Indonesia harus lebih kuat lagi secara ekonomi di mana Indonesia selama pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) ini menjadi negara ke-16 dunia yang kuat secara ekonomi.  (art)