Prabowo – Hatta, Menggugat ke MK Menggoyang di DPR

Sabtu, 26 Jul 2014
Massa pendukung Prabowo - Hatta shalat maghrib berjamaah di depan gedung MK, kemarin (foto: Sindo)

JAKARTA (Pos Sore) – Ancaman kelompok capres/cawapres nomor urut 1, Prabowo Subianto – Hatta Rajasa untuk melakukan perlawanan terkait hasil Pilpres bukan gertak sambal. Dua jalur yang mereka janjikan akan ditempuh, jalur hukum dan jalur politik,  mulai terlihat.

Prabowo-Hatta bersama tim Koalisi Merah Putih, Jumat (25/7) mendaftarkan gugatan hasil rekapitulasi Pilpres ke MK, sementara usai memantau pendaftaran itu Akbar Tandjung menyatakan pihaknya terus berjuang membentuk Panitia Khusus Pelanggaran Pemilu Presiden di DPR.

Penasihat pasangan Prabowo – Hatta yang juga politisi senior Partai Golkar itu mengatakan  partai Koalisi Merah Putih yang kini memiliki mayoritas jumlah kursi di Senayan terus melakukan konsolidasi. Salah satunya adalah dengan membentuk Pansus Pilpres.

Akbar menyampaikan, partai koalisi di dalam sidang-sidang di Komisi II DPR tentunya juga akan mempertanyakan Komisi Pemilihan Umum (KPU) untuk menjelaskan dugaan-dugaan penyimpangan yang terjadi dalam proses Pilpres.

” Tentu nanti akan banyak pertanyaan yang akan disampaikan anggota dewan kepada KPU terkait dugaan banyaknya penyimpangan, dan banyak yang tidak sejalan dengan peraturan perundang-undangan yang seharusnya dilaksanakan KPU,” kata  Akbar Jumat malam.

Jumat siang, puluhan relawan Prabowo – Hatta berorasi damai di depan Gedung Mahkamah Konstitusi (MK) untuk mengawal kedatangan tim koalisi Merah Putih melaporkan gugatan Pilpres. “Kita ingin memastikan MK netral,” kata koordinator aksi demonstrasi Jimmy, di depan Gedung MK Jl.Medan Merdeka Barat, Jakarta.

Jimmy mengatakan MK adalah wakil tuhan di dunia yang bertugas memberikan keadilan bagi seluruh rakyat. Dia meyakini MK masih memiliki hati nurani untuk menegakkan kebenaran.

Jimmy menegaskan langkah dia dan para sukarelawan melakukan aksi bukan dilandasi kekalahan Prabowo-Hatta dari hasil rekapitulasi tingkat nasional.

“Tapi ini karena adanya kecurangan yang terjadi. Rekomendasi Bawaslu meminta pencoblosan ulang tidak diakomodir KPU, kita tidak ingin kecurangan ini dibiarkan,” tegas Jimmy.

Tim hukum Prabowo-Hatta mengaku telah mempersiapkan seluruh bukti yang akan digunakan untuk membuktikan ada kecurangan dalam pelaksanaan Pilpres 2014.

Sementara itu, langkah Prabowo – Hatta ini langsung mendapat reaksi dari kalangan PDI Perjuangan (PDIP). Seperti dikutip Antaranews, Ketua Bidang Hukum PDI Perjuangan, Trimedya Panjaitan, memperkirakan Mahkamah Konstitusi (MK) sulit mengabulkan gugatan pasangan Prabowo – Hatta soal dugaan kecurangan pada Pemilu Presiden 2014. Apalagi selisih perolehan suara antara pasangan Jokowi-Jusuf Kalla dan pasangan Prabowo-Hatta sekitar 8,4 juta suara.

Perkiraann Trimedya ini berdasarkan pengalaman PDIP mengajukan gugatan sengketa pemilu kapala daerah (pilkada) untuk membuktikan 100 suara saja, memerlukan bukti-bukti kuat minimal satu mobil boks. Apalagi, kata dia, pasangan Prabowo-Hatta akan menggugat penyelenggara pemilu presiden yakni KPU. KPU, kata dia, juga sudah siap menghadapi gugatan yang dilakukan pasangan Prabowo-Hatta dengan menujuk kuasa hukum yakni pengacara senior Adnan Buyung Nasuiton.

Calon Wakil presiden terpilih, Jusuf Kalla sendiri diberitakan memberi reaksi atas langkah tim Prabowo – Hatta. Ia menyatakan langkah tim itu ke MK tak mengganggu kinerja dia dan Jokowi mempersiapkan pemerintahan. (dus/lya)

  • Hendar Aditya

    Ya wajar saja si JK ngomong kayak gitu…karena sudah gak sabar pengan cepet2 di lantik jadi wapres…ayo prabowo maju terus..rakyat indonesia mendukungmu…

Populer
Terkomentari
Bertekad Terus Berjuang
Prabowo: Jangan Jadikan RI Jadi Pesuruh Asing
Jumat, 22 Agustus 2014
Yang Muda Yang Berprestasi
‘Drizzle’ Gebrak Blantika Music Thrash Metal Di Bekasi
Minggu, 2 Maret 2014
ie_osh Batik Terobos Pasar Dunia
Sabtu, 22 Maret 2014
Dinilai Tak Mampu Dongkrak Daya Saing Industri
Jokowi Diminta Copot Saleh Husin
Senin, 8 Juni 2015
Tiga SKPD di Tasikmalaya Saling Tuding
Keberadaan Gudang Meresahkan Warga
Kamis, 8 Oktober 2015