Daya TarikPosdaya Ngombak

Minggu, 17 Agu 2014
Para pengurus Posdaya Bumi Ngombak Jaya di Kedung Jati, Grobogan, Jateng, foto bersama dengan hasil karya mereka.

GROBOGAN (Pos Sore)– Ada yang menarik dari Pos Pemberdayaan Keluarga (Posdaya) “Bumi Ngombak Jaya” (BNJ) di Kedungjati, Kabupaten Grobogan, Jateng. Meski keberadaannya belum genap satu tahun, Posdaya yang didirikan September 2013 ini mampu menjadi penggerak ekonomi di desa itu.

“Sejak Posdaya ini berdiri, mendapat kucuran Rp 7,5 juta. Setelah itu usaha ekonomi kerakyatan di Ngombak terus bergairah. Misalnya, pembuatan snack yang awalnya dikerjakan sendiri-sendiri, kini di bawah naungan Posdaya menjadi lebih variatif dan inovatif.Keripik dibuat berbagai cita rasa dan punya label. Daerah pemasarannya kini lebih luas,” ungkap Ketua Bidang Wirausaha Posdaya BNJ, Inayati, kemarin.

“Yang menonjol, kalau warga punya hajat, mesti minta tolong kami. Ya, kami pun sudah punya tim katering yang sewaktu-waktu bisa dimanfaatkan. Dengan begitu, Posdaya telah mejadi sarana berkumpul dan bekerja sama,” kata perempuan lulusan Universitas Muhammadiyah Surakarta ini.

Kepala Desa Ngombak, Kartini mendukung penuh kegiatan Posdaya BNJ. Lurah perempuan yang baru setahun menjabat itu bahkan berencana menghidupkan unit-unit usaha yang dulu pernah berkembang di desanya, di bawah Posdaya BNJ.
Secara geografis, Desa Ngombak terletak di perbatasan Kabupaten Semarang dan Kabupaten Grobogan. Untuk mencapai lokasi, gampang-gampang susah. Desa Ngombak terkenal dengan tradisi Asrah Batin yang diperingati dua tahun sekali. Tradisi ini merupakan simbol persaudaran di mana Desa Karanglangu dan Desa Ngombak yang dibatasi Sungai Tuntang saling menguatkan.

Banyak warga Ngombak merantau ke Jakarta. Selain tergolong daerah tertinggal, warga desa setempat terbiasa merantau untuk meningkatkan taraf kehidupan dan mengembangkan diri. Jumlah penduduknya 3.800 jiwa (960 KK) bermata pencaharian sebagai petani, pedagang, dan pegawai.

Daerahnya tandus dan dikelilingi hutan jati milik Perhutani. Tanaman yang cocok ditanam yaitu pisang, jagung, dan kelapa. Bergairahnya ekonomi kerakyatan di Desa Ngombak, tak lepas dari peran Lembaga Penelitan dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Universitas PGRI Semarang.

Perguruan tinggi ini secara rutin menempatkan mahasiswa untuk kuliah kerja nyata (KKN) di Grobogan, dan khususnya di Desa Ngombak. Sejak program KKN Tematik Posdaya diluncurkan pada 2012 bekerjasama dengan Yayasan Damandiri, berbagai program pemberdayaan masyarakat dengan sasaran keluarga miskin, terus menggelinding, sesuai target Milenium Development Goals (MDGs) 2015.

Posdaya BNJ merupakan satu dari 280 Posdaya yang tersebar di Grobogan, Demak, Kendal dan Semarang dibawah binaan Universitas PGRI Semarang (dulu IKIP PGRI). Karena semangat anggotanya, Universitas PGRI berencana menambah program pemberdayaan, yaitu pelatihan pembuatan bandeng presto dan cabut duri, pembuatan ternak lele.(jun)