Prabowo: Jangan Dirikan Negara di Atas Kebohongan

Minggu, 17 Agu 2014

JAKARTA (Pos Sore) Calon Presiden Prabowo Subianto menyerahkan persoalan sengketa Pemilihan Presiden 2014 ke Mahkamah Konstitusi. Namun ia mengingatkan, rakya tidak k ingin melihat negara didirikan (di) atas dasar kebohongan. “Karena kecurangan dan kebohongan pasti akan menghasilkan sesuatu keadaan yang merugikan bangsa,” kata dia menjawab wartawan usai memimpin upacara 17 Agustus di Cibinong, Kabupaten Bogor,Minggu (17/8),

Saat ditanya optimismenya terhadap gugatan sengketa Pilpres 2014 (PHPU) yang diajukan pihaknya ke Mahkamah Konstitusi, Prabowo mengatakan,”Kita lihat perkembangan dan hasilnya.”

MK sendiri akan mengumumkan putusannya soal sengketa Pilpres ini pada 21 Agustus 2014 mendatang.Dewan Kehormatan Penyelenggaran Pemilu(DKPP) yang juga mengadakan sidang paralel di tempat terpisah segera akan mengumumkan hasil sidang pelanggaran kode etik yang dilakukannya setelah pada sidang terakhir mendengarkan keterangan sejumlah saksi ahli, baik dari pemohon (kubu Prabowo-Hatta), termohon (KPU) maupun pihak terkait (Jokowi-JK).

Ketua DKPP Jimly Assidhiqir Jumat lalu menyatakan, ke depan bangsa ini tak hanya harus menegakkan demokrasi di atas landasan-landasan hukum. Tapi juga harus diatas landasan-landasan etika.

Menjawab pers soal peluangnya memnangkan gugatan, Prabowo mengajak semua pihak menunggu hasil MK. Namun ia meyakini kecurangan pada pilpres begitu nyata. Menurutnya, rakyat juga memiliki sikap yang sama dengan dirinya. “Rakyat sudah tahu, bukti-bukti sudah kuat, rakyat sudah merasakan,” ujarnya.

Prabowo menegaskan sebuah kompetisi demokrasi harus dilakukan secara jujur dan adil. ”Kita ingin jangan negeri ini didirikan atas kebohongan dan kecurangan karena itu akan menghasilkan kerugian bangsa,” ujar (lya/dus)