Imam Hatip Buka Sekolah Agama Islam Pertama di Denmark

Jumat, 22 Agu 2014
Sekolah Mina Hindholm menerima siswa berusia 18 tahun ke atas dari Denmark, Norwegia dan Swedia

ISTANBUL (Pos Sore) – Sekolah Islam terkemuka di Turki, Imam Hatip, telah membuka cabang baru di Kota Slagelse, Denmark. Ini adalah sekolah agama Islam pertama di wilayah Skandinavia.

Sekolah ini akan menerima para siswa dari Denmark, Norwegia, dan Swedia. Mereka mendapatkan kurikulum nasional dan juga pelajaran bahasa Turki, agama Islam tentang Alquran, hadis, dan kepercayaan Islam.

Sekolah itu bernama Mina Hindholm. Ini adalah sekolah Islam resmi pertama untuk siswa berusia 18 tahun ke atas di kawasan Skandinavia dan merupakan sekolah kedua di Eropa setelah di Belgia. Saat ini Mina Hindholm sudah memiliki 52 siswa.

 ”Ini adalah sekolah Islam resmi pertama untuk siswa berusia 18 tahun ke atas di kawasan Skandinavia dan merupakan sekolah kedua di Eropa setelah di Belgia. “

Sekolah Imam Hatip yang mengikuti model Turki ini adalah peleburan pendidikan Islam dan pendidikan modern karena banyak berisi kelas seni dan sains seperti pada sekolah normal lain.

Awalnya dibentuk untuk mendidik para imam Muslim pada tahun 1920-an, silabus imam Hatip (atau imam Khatib) hanya berisi sekitar 40 persen studi agama seperti bahasa Arab, hukum Islam dan kemampuan berpidato. Sisanya berisi berbagai topik sekuler.

“Awalnya dibentuk untuk mendidik para imam Muslim pada tahun 1920-an, silabus imam Hatip (atau imam Khatib) hanya berisi sekitar 40 persen studi agama.”

Di Turki, sekolah Imam Hatip kini memiliki sekitar 240.000 dari. empat juta siswa sekolah tinggi.(onislam/meidia)

Populer
Terkomentari
Bertekad Terus Berjuang
Prabowo: Jangan Jadikan RI Jadi Pesuruh Asing
Jumat, 22 Agustus 2014
Yang Muda Yang Berprestasi
‘Drizzle’ Gebrak Blantika Music Thrash Metal Di Bekasi
Minggu, 2 Maret 2014
ie_osh Batik Terobos Pasar Dunia
Sabtu, 22 Maret 2014
Dinilai Tak Mampu Dongkrak Daya Saing Industri
Jokowi Diminta Copot Saleh Husin
Senin, 8 Juni 2015
Tiga SKPD di Tasikmalaya Saling Tuding
Keberadaan Gudang Meresahkan Warga
Kamis, 8 Oktober 2015