Bertekad Terus Berjuang

Prabowo: Jangan Jadikan RI Jadi Pesuruh Asing

Jumat, 22 Agu 2014
Prabowo dan massa pendukung

JAKARTA – Ini gambaran sikap dan tekad Prabowo Subianto usai menerima kekalahan dari pasangan presiden dam wapres terpilih, Jokowi-JK, yang diputus Mahkamah Konstitusi (MK) kemarin. Prabowo menyatakan tekadnya untuk terus memperjuangkan Indonesia mampu berdiri  di atas kaki kita sendiri, bukan menjadi pesuruh bangsa asing

“Di parlemen dan di setiap kesempatan yang ada saya bersama saudara Hatta Rajasa dan seluruh mitra Koalisi Merah Putih berkomitmen untuk terus berjuang untuk mewujudkan Indonesia yang kita cita-citakan,” ungkap Prabowo yang dapat disimak melalui akun facebook-nya.

Prabowo  menegaskan bahwa dirinya akan tetap berkomitmen mewujudkan Indonesia menjadi negara yang dicita-citakan rakyatnya.

Sebelumnya mantan Pangkostrad/ Danjen Kopassus itu, Kamis malam,  menyempatkan diri menjenguk sejumlah para pendukungnya yang menjadi korban luka akibat demonstrasi di RSPAD. Kunjungan ke RS ini usai pembacaan putusan MK yang dibacakan sampai tengah malam, MK menolak semua gugatan pasangan Prabowo – Hatta.

Secara terpisah di hari yang sama, Kamis (21/8), sidang Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) juga memutuskan gugatan dugaan pelanggaran kode etik yang diadukan tim hokum Ptabowo – Hatta dengan Teradu adalah Komisi Pemilihan Umum (KPU).

Sidang DKPP yang dipimpin Ketua DKPP, Jimly Asshiddiqie, memutukan pelanggaran yang dilakukan KPU masuk kategori ringan, terutama terkait pembukaan kotak suara sebelum adanya perintah pengadilan atau Mahkamah Konstitusi. Sanksi yang dijatuhkan adalah memberiperingatan kepada seluruh komisoner KPU Pusat.

DKPP  juga memecat seluruh komisioner KPU Dogiyai Papua,serta Ketua Panwaslu Banyuwangi,Rorry Desrino Purnama, dan anggotanya Totok Hariyanto. Peringatan juga diberikan kepada komisoner KPU DKI Jakarta, KPU Jakarta Utara, KPU Jakarta Selatan, KPU Jakarta Timur, dan Jakarta Pusat.

Prabowo sendiri,kendati memandang putusan MK tidak mencerminkan keadilan substantive, namun tetap menghormatinya. Karena itu Prabowo  menyampaikan terimakasihnya kepada para sahabat serta para relawan yang telah ikut memperjuangkan keadilan.

“Indonesia yang bersatu, berdaulat, adil dan makmur. Indonesia yang bangkit. Indonesia yang berdiri di atas kaki kita sendiri, bukan menjadi pesuruh bangsa asing. Kami akan selalu ingat dan melanjutkan perjuangan para pendiri bangsa untuk Indonesia Merdeka,” tambahnya.(lya)

  • Menot Taruna II

    lanjutkan perjuangan kita bersama barisan Koalisi Merah Putih dan Prabowo Subianto.

    demi terwujudnya Indonesia yang bersatu, berdaulat, adil dan makmur. Indonesia yang bangkit. Indonesia yang berdiri di atas kaki kita sendiri, bukan menjadi pesuruh bangsa asing.

  • Menot Taruna II

    IR. Soekarno: Lebih Baik Makan Gaplek tapi merdeka, daripada makan bistik tapi menjadi budak.

    Bung Hatta: Lebih baik kami melihat Indonesia tenggelam di dasar lautan, daripada melihat Indonesia sebagai embe-embel abadi daripada suatau negara asing.

  • Amelia Fitri

    Perjuangan yang dimaksud adalah perjuangan demi terwujudnya Indonesia yang kita cita-citakan. Indonesia yang bersatu, berdaulat, adil dan makmur. Indonesia yang bangkit. Indonesia yang berdiri di atas kaki kita sendiri, bukan menjadi pesuruh bangsa asing.

  • Grace Joplin

    Sebagai sebuah bangsa yang besar dan berdaulat kita tidak merasa bangga dan justru seharusnya malu apabila kemenangan capres dikarenakan pesanan atau tekanan pihak asing.

  • Arlena Alvandani Markasan II

    Ingat! Kata-kata para pendiri bangsa kita. “Lebih baik makan gaplek tapi merdeka, daripada makan bistik tapi jadi budak” kata Sukarno. Mohammad Hatta juga pernah berseru: “Lebih baik kami melihat Indonesia tenggelam ke dasar lautan, daripada melihatnya sebagai embel-embel abadi daripada suatu negara asing.

  • Bungkus Diapake Nasi

    selamat datang asing selamat berduka INDONESIA

  • Akhram Sahin

    memang sangat mengkhawatirkan keputusaan MK ini,
    mengkhawatirkan,kalau kalau nanti negeri ini diobok2 lagi sama asing,
    khawatir negeri ini akan di gadai atau bahkan dijual satu persatu pulaunya

  • Ariesta Chariesa

    jika Indonesia masih menjadi kacung bangsa asing, berarti Indonesia belum merdeka. “Lebih baik makan gaplek tapi merdeka, daripada makan bistik tapi jadi budak” kata Sukarno

  • Antoni Anton

    semoga koalisi merah putih tetap solid dalam kedepan dan tetap meperjuangkan hak rakyat di parlemen, melawan kebijakan yg pro terhadap asing yg ingin meperkeruk kekayaan indonesia