Pesan kepada Presiden Terpilih

Program Taskin Harus Ikut Sertakan Partisipasi Masyarakat

Sabtu, 6 Sep 2014
Ketua Yayasan Damandiri Prof Dr Haryono Soyono dan Wakil Rektor UGM Bidang Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat Prof Dr Suratman MSc, pada acara Penandatanganan Kesepahaman (MoU) dengan sejumlah Perguruan Tinggi di bawah koordinator Universitas Gajahmada (UGM), kemarin.

YOGYAKARTA (Pos Sore)– Presiden terpilih seharusnya memperhatikan keluarga miskin. Ukurannya adalah partisipasi seluruh masyarakat yang diikutsertakan dalam program pengentasan kemiskinan (Taskin), bukan berdasarkan hukum pasar, seperti kenaikan harga BBM (bahan bakar minyak).

Menurut Ketua Yayasan Damandiri, Prof. Dr Hayono Suyono, melalui Pos Pemberdayaan Keluarga (Posdaya) masyarakat yang terdampak kenaikan harga BBM dapat ditenangkan. “Kita segarkan kembali semangat gotong royong di desa, kita segarkan kembali keluarga binaan dan keluarga sejahtera,” kata Haryono Suyono pada acara Penandatanganan Kesepahaman (MoU) dengan sejumlah perguruan tinggi di bawah koordinator Universitas Gajahmada (UGM) di Yogyakarta, kemarin.

Menurut Haryono, untuk menyegarkan semangat gotong royong itu, pertama dilakukan dengan pemetaan keluarga sejahtera dan pra sejahtera. Keluarga miskin diajak untuk bergotong-royong yang dibantu keluarga kaya, sehingga di antara mereka terjalin kebersamaan yang harmonis.

“Ukurannya adalah apabila seluruh anak-anak keluarga miskin bisa semua masuk sekolah. Bila perlu para mahasiswa membantu mengajak anak keluarga miskin masuk sekolah,” jelasnya.

Melalui kuliah kerja nyata (KKN) Tematik Posdaya, kata Haryono, mahasiswa diharapkan bisa mengajak anak-anak masuk sekolah. Dengan demikian nantinya, tidak ada lagi anak usia sekolah yang tidak sekolah.

“Agar program KKN Tematik Posdaya ini berhasil diharapkan bisa diketahui oleh Pemda, camat atau kepala desa, sehingga mahasiswa dan dosen tidak dianggap sebagai anggota ISIS. Ini berarti pembukaan dan penutupan KKN tersebut disaksikan oleh pemerintah setempat,” tutur Haryono.

Haryono juga mengingatkan, agar KKN Tematik Posdaya ini berhasil, sebaiknya mahasiswa memilih desa yang bisa menerima mereka. Dengan demikian mahasiswa dan dosen nantinya lebih mudah menjalankan program-programnya.

“Untuk sementara ini, Posdaya bekerjasama dengan rektor-rektor perguruan tinggi di pulau Jawa dulu, sementara dengan para rektor yang ada di Ambon atau Papua belum dilakukan. Namun mahasiswa asal Ambon atau Papua yang kuliah di Yogyakarta bisa menjadi kader-kader Posdaya, sehingga ketika mereka pulang ke daerahnya, Posdaya bisa diterapkan disana.Hal itu, telah dilakukan di negara-negara maju, seperti di Amerika Serikat,” tuturnya lagi.

Melalui Posdaya, diharapkan setiap desa menjadi wisata kerja yg menarik. Nantinya wisatawan bisa menginap di rumah-rumah warga. Untuk itu saat ini perlu digalakan jambanisasi duduk, sehingga wisatawan bisa tinggal lebih lama.

“Ini berarti Posdaya bisa mengisi pengembangan ekonomi biru dan mengolah kearifan lokal. Dahulu Jerman hebat dalam sistem perekonomiannya, namun sekarang kalah dengan Cina yang telah mengutamakan kearifan lokalnya. Hal itu yang sekarang dilakukan oleh Posdaya,” kata mantan Menko Kesra/ Taskin die rah Presiden Soeharto itu.

Menurut Wakil Rektor UGM Bidang Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat, Prof Dr Suratman MSc, cara berfikir masyarakat harus segera diubah. Mereka harus bisa bergotong royong dan bisa ikut mengentaskan kemiskinan. “Melalui KKN Tematik Posdaya ini diharapkan bisa mengentaskan kemiskinan di Indoneia. Yayasan Damandiri, UGM dan perguruan tinggi lainnya siap untuk mendukung program tersebut,” kata Suratman.

Sebelum penandatanganan MoU dikampus UGM, Haryono Suyono lebih dulu melakukan kunjungan lapangan di Posdaya Mrican Giwangan Umbulharjo. Setelah penandatanganan MoU, Haryono kemudian melihat Posdaya di tingkat RW di Yogyakarta. (jun)

Populer
Terkomentari
Bertekad Terus Berjuang
Prabowo: Jangan Jadikan RI Jadi Pesuruh Asing
Jumat, 22 Agustus 2014
Yang Muda Yang Berprestasi
‘Drizzle’ Gebrak Blantika Music Thrash Metal Di Bekasi
Minggu, 2 Maret 2014
ie_osh Batik Terobos Pasar Dunia
Sabtu, 22 Maret 2014
Dinilai Tak Mampu Dongkrak Daya Saing Industri
Jokowi Diminta Copot Saleh Husin
Senin, 8 Juni 2015
Tiga SKPD di Tasikmalaya Saling Tuding
Keberadaan Gudang Meresahkan Warga
Kamis, 8 Oktober 2015