Imunisasi, Hak Anak yang Masih Diabaikan Orangtua

Rabu, 17 Sep 2014

JAKARTA (Pos Sore) — Angka cakupan imunisasi dasar di Indonesia masih di bawah 90 persen. Artinya masih ada anak-anak Indonesia yang sampai saat ini belum mendapatkan imunisasi dasar secara lengkap. Menurut Giwo Ribianto Wiyogo, Koordinator Pelaksana Sosialisasi Imunisasi Pentavalen Aliansi Pita Putih Indonesia (APPI), imunisasi adalah salah satu hak anak yang harus dipenuhi setiap orangtua.

“Mendapatkan hak imunisasi bagi anak dilindungi oleh undang-undang, maka semua orangtua harus memberikannya,” jelas Giwo di sela rapat koordinasi Aliansi Pita Putih Indonesia (APPI), Senin (15/9).

Ada beberapa alasan mengapa belum semua orangtua memberikan imunisasi dasar kepada anaknya. Meski imunisasi tersebut bisa diakses secara cuma-cuma di semua fasilitas layanan kesehatan (fayankes) dasar seperti puskesmas dan klinik dokter.

Alasan tidak memberikan imunisasi di antaranya takut bahan materi imunisasi hukumnya haram. Alasan lainnya, faktor fayankes yang jauh dari rumah, serta masih rendahnya kesadaran masyarakat untuk mencegah penyakit.

Karena itu, Giwo bersama APPI berupaya melakukan sosialisasi pentingnya imunisasi dasar bagi anak-anak. Imunisasi adalah cara terbaik bagi orangtua untuk mencegah agar anak-anaknya tidak jatuh sakit apalagi menderita cacat dikemudian hari.

Sementara itu, Muhani, Koordinator Project Sosialisasi Imunisasi Pentavalen Kementerian Kesehatan, menambahkan, sesungguhnya tak ada alasan bagi orangtua untuk tidak memberikan imunisasi bagi anak-anaknya. Selain gratis, gampang diakses, bahan materi imunisasi juga sudah memperoleh fatwa MUI soal kehalalan produk.

“Apalagi saat ini imunisasi dasar makin praktis setelah pemerintah meluncurkan program imunisasi pentavalen,” jelas Muhani.

Imunisasi pentavalen itu sendiri diberikan kepada anak-anak usia 0 sampai 9 bulan. Terdiri atas imunisasi Hepatitis B (HB) pada bayi usia 0-7 hari, imunisasi BCG ,Polio 1 pada bayi usia 1 bulan, imunisasi DPT-HB-Hib 1, Polio 2 untuk bayi usia 2 bulan, imunisasi DPT-HB-Hib 2, polio 3 untuk bayi usia 3 bulan, imunisasi DPT-HB-Hib 3, polio 4 untuk bayi usia 4 bulan dan imunisasi campak untuk bayi usia 9 bulan.

Tahun ini imunisasi pentavalen menjadi salah satu fokus dari sosialisasi PHBS (Perilaku Hidup Bersih dan Sehat) dan KIBLA (Keselamatan Ibu dan Bayi Baru Lahir) yang dilaksanakan oleh APPI bekerjasama dengan Puskom Publik Kemenkes. (tety)