Evaluasi JKN Kemenko Kesra Gelar Workshop

Jumat, 26 Sep 2014

TANGERANG (Pos Sore) — Deputi Bidang Koordinasi Perlindungan Sosial dan Perumahan Rakyat Kemenko Kesra, Chazali Situmorang, membuka Workshop Evaluasi Penyelenggaraan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Workshop itu sendiri hasil kerjasama Kemenko Kesra dengan Friedrich Ebert Stiftung Indonesia. Dalam kesempatan itu digelar seminar yang dimoderatori Adang Setiana, anggota DJSN serta narasumber dari FKM UI, BPJS Kesehatan dan Rumah Sakit Setempat.

Dalam workshop tersebut, dibahas tentang kebijakan rumah sakit terhadap pasien JKN. Untuk itu Kemenko Kesra menghadirkan Direktur Rumah Sakit Annisa Tangerang, dr Ediansyah MARS., sebagai rumah sakit percontohan yang tetap untung meski menerima pasien JKN.

“Dengan paradigma positif dan keikhlasan menghadapi JKN, RS kami tidak rugi melayani pasien JKN, malah surplus”, tutur Ediansyah dalam workshop yang diikuti oleh dinas kesehatan di beberapa provinsi di Indonesia, di antaranya DKI Jakarta, Bandung, Banten, Sumatera dan provinsi lainnya.

Pihaknya melakukan persiapan sejak Maret 2013, tepatnya saat mulai digembor-gemborkan tentang JKN. “Di saat RS lain mungkin masih ‘wait and see’, kami mengikuti pelatihan casemix karena kita paham harus akrab dengan koding, clinical pathway, dan costing,” tambahnya.

dr Ediansyah tak menutupi pada awalnya ia sempat memandang sistem tarif INA-CBGs yang berbeda dengan sistem Fee for Service (FFS) bisa saja berpotensi merugikan. Namun kemudian ia menyadari efisiensi menjadi kunci utama jika ingin tetap ‘bertahan’ dengan menggunakan sistem baru ini.

“Jadi setelah belajar casemix, kita membentuk dua tim casemix: Casemix Steering Committee, yang lebih fokus pada pembuatan kebijakan, dan Casemix Working Committee, yang lebih berperan dalam tugas sehari-hari, termasuk costing hingga klaim,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, peserta workshop diajak mengunjungi Rumah Sakit Annisa Tangerang. (tety)