Rokok ‘Membunuh’ Manusia

Jumat, 26 Sep 2014

Apa saja perilaku tidak sehat yang sulit diubah sebagian besar masyarakat Indonesia? Rupanya ada tiga gaya hidup tak sehat yang dicatat Aliansi Pita Putih Indonesia (APPI): merokok, tidak mencuci tangan dengan sabun, dan tidak menggunakan jamban saat buang air besar.

Nah, perilaku merokok menjadi salah satu persoalan yang amat sulit diubah dari sekian banyak perilaku tak sehat yang dilakukan masyarakat. Terbukti banyak perokok yang mengalokasikan anggaran merokok jauh lebih besar dibanding untuk membeli makanan pokok. Ironisnya ini terjadi di hampir semua keluarga miskin di pedesaan.

“Penduduk desa terutama laki-laki lebih mengutamakan membeli rokok daripada beras. Yang kedua setelah rokok adalah pulsa,” ungkap Dr Sunitri Widodo, Ketua Aliansi Pita Putih Indonesia, di Jakarta, Senin (15/9).

Kondisi ini tentu menjadi persoalan serius. Satu sisi keluarga yang tidak menyediakan makanan bergizi tentu akan menjadi ancaman bagi tumbuh kembang anak-anak. Di sisi lain perilaku merokok di dalam rumah juga sudah membudaya dan ini sangat menjadi ancaman serius kesehatan anak.

Gaya hidup tidak sehat ini jelas membahayakan kesehatan penghuni rumah. Sunitri mengingatkan merokok di dalam rumah tidak sekedar membuat polusi udara rumah. Lebih dari itu sesungguhnya merokok di dalam rumah sudah termasuk melanggar hak anak untuk hidup lebih sehat. “Orangtua yang merokok di dalam rumah tentu memaksa anaknya untuk menjadi perokok pasif. Dan kita tahu menjadi perokok pasif sama bahayanya dengan perokok aktif,” tandasnya.

Pemerhati masalah keluarga, Giwo Rubianto Wiyogo, mengaku sangat menyayangkan perilaku tidak sehat itu, terutama perilaku. Padahal merokok adalah pembunuh nomor satu di Indonesia. Angkanya melebihi penyakit lain akibat wabah dan kecelakaan. “Perilaku menomorsatukan membeli rokok, tentu sangat mengancam gizi keluarga. Sayangnya, peran ibu dinilai masih lemah, karena di desa kesetararaan gender masih nomor dua,” ungkap Giwo, yang juga Ketua Pelaksanaan Pentavalen itu.

Karenanya, Giwo yang juga terlibat dalam organisasi APPI itu berusaha ‘mendekati’ kepala desa dan menyosialisasikan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Terdapat 10 PHBS, yakni persalinan ditolong tenaga kesehatan, menyusui ekslusif, menimbang berat badan anak, mencuci tangan dengan air mengalir sabun, jamban sehat, memberantas jentik nyamuk, olahraga teratur, makan sayur dan buah, serta tidak merokok.

“Mencegah itu mudah tapi sulit dilakukan,” tandas mantan Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) ini. Karena itu, melalui sosialisasi, APPI mencoba melakukan berbagai pendekatan agar para perokok tidak merokok di dalam rumah, dan tidak merokok di depan anak-anak.

“Meminta mereka berhenti merokok tentu tidak mudah. Tetapi meminta tidak merokok di dalam rumah, saya pikir lebih mudah melaksanakannya,” ujar Wakil Ketua Umum Kesatuan Perempuan Partai Golkar (KPPG) ini.

Dampak buruk rokok terhadap kesehatan

Sebenarnya, perokok sudah mengetahui dampak buruk merokok bagi kesehatannya sendiri dan bagi orang lain. Namun, peringatan bahaya merokok bagi kesehatan yang tercantum di bungkus rokok dan fakta yang diketahuinya mengenai penyakit akibat dampak merokok, dianggap angin lalu saja.

Menyadari perilaku tidak sehat ini, Kementerian Kesehatan, pun mengeluarkan Peraturan Pemerintah yang mengharuskan pencantuman gambar menyeramkan pada bungkus rokok. Hal tersebut tertuang di dalam Peraturan Pemerintah Nomor 109 tahun 2012 tentang pengamanan bahan yang mengandung zat adiktif berupa produk tembakau bagi kesehatan. Kementrian Kesehatan juga telah menerbitkan Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) Nomor 28 tahun 2013 yang mulai berlaku pada 24 Juli 2014 bahwa semua produk rokok wajib mencantumkan peringatan Bahaya Merokok Bagi kesehatan dengan gambar yang menyeramkan pada rokok.

rokok

Menteri Kesehatan, Nafsiah Mboi, menegaskan, pemberlakuan peraturan ini bukan untuk mematikan industri rokok, melainkan sebagai bentuk tanggung jawab pemerintah dalam melindungi generasi muda dari terpapar berbagai penyakit akibat merokok.

“Adanya peraturan ini pun saya yakin tidak mematikan industri rokok karena masih banyak yang merokok. Yang kita ingin lindungi adalah perokok pemula, anak-anak yang mencoba-coba merokok, serta anak-anak yang terpapar asap rokok dari keluarga dan lingkungannya,” tandas menkes.

Pengaruh buruk rokok terhadap kesehatan telah banyak penelitian dan juga pembuktian atas racun pada rokok yang membahayakan kesehatan baik itu pada prokok aktif maupun perokok pasif dan hal ini juga telah dibuktikan oleh banyak orang. Efek-efek yang merugikan akibat merokok pun sudah diketahui dengan jelas.

Dalam sebatang rokok terkandung sekitar 4000 macam zat kimia. Zat kimia yang dikeluarkan ini terdiri dari komponen gas (85 persen) dan partikel. Nikotin, gas karbonmonoksida, nitrogen oksida, hidrogen sianida, amoniak, akrolein, asetilen, benzaldehid, urethan, benzen, methanol, kumarin, 4-etilkatekol, ortokresol dan perylene adalah sebagian dari beribu-ribu zat di dalam rokok.

Dari sekitar 4000 macam zat kimia yang ada dalam rokok , setidaknya 200 di antaranya dinyatakan berbahaya bagi kesehatan manusia. Racun utama pada rokok adalah tar, nikotin, dan karbon monoksida. (tety)

Populer
Terkomentari
Bertekad Terus Berjuang
Prabowo: Jangan Jadikan RI Jadi Pesuruh Asing
Jumat, 22 Agustus 2014
Yang Muda Yang Berprestasi
‘Drizzle’ Gebrak Blantika Music Thrash Metal Di Bekasi
Minggu, 2 Maret 2014
ie_osh Batik Terobos Pasar Dunia
Sabtu, 22 Maret 2014
Dinilai Tak Mampu Dongkrak Daya Saing Industri
Jokowi Diminta Copot Saleh Husin
Senin, 8 Juni 2015
Tiga SKPD di Tasikmalaya Saling Tuding
Keberadaan Gudang Meresahkan Warga
Kamis, 8 Oktober 2015