1.3 C
New York
27/01/2021
Aktual

DPP Kosgoro Pertanyakan KPU Tetap Lantik Dua Kader Golkar yang Dipecat

JAKARTA (Pos Sore) — DPP Kosgoro 57 mempertanyakan keputusan Komisi Pemilihan Umum (KPU) yang tetap akan melantik kader yang dipecat Partai Golkar, Nusron Wahid dan Agus Gumiwang, sebagai anggota DPR periode 2014-2019. Keputusan KPU ini dinilai melecehkan martabat partai berlambang pohon beringin itu.

“Kalau tetap dilantik mereka mewakili partai siapa? Golkar kan sudah menarik keanggotaannya. Sudah dipecat. DPP Partai Golkar juga sudah berkirim surat dengan KPU untuk mengganti dua kader yang bermasalah itu,” kata Wakil Sekjen DPP Kosgoro 57, Musrial Mahfud, saat ditemui di Jakarta, Selasa (30/9).

Dia menilai, ada ‘sesuatu’ antara oknum KPU dengan dua kader yang dipecat ituz. Padahal, Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) dan Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) menyatakan sah surat pernyataan Partai Golkar yang memecat kedua kader itu.

Yang mengherankan, pada kasus yang sama, KPU tidak melantik anggota DPRD Rokan Hulu, Riau, Teddy Mirsadal, yang terpilih sebagai anggota DPRD setempat pada periode 2009-2014.

Ketika ada surat penegasan dari DPP Partai Golkar yang memecat Teddy Mirsadal dengan alasan tidak mengindahkan instruksi parai saat menjabat Ketua DPRD Rokan Hulu periode 2004-2009, KPU tidak melantik yang bersangkutan.

“Kalau terbukti KPU bermain, itu jelas sangat memalukan,” tandasnya.

KPU sendiri sudah meminta klarifikasi kepada Partai Golkar terkait pemecatanan itu dan sudah dijawab melalui surat keputusan DPP Partai Golkar yang ditandatangani Ketua Mahkamah Partai Golkar, Muladi, juga tidak diihiraukan oleh KPU.

“Ini kan preseden buruk bagi KPU. Tamparan keras,” tukasnya.

Secara terpisah, Juru bicara Partai Golkar, Tantowi Yahya, menyatakan pelantikan dua kader Golkar yang mendukung Joko Widodo-Jusuf Kalla saat pemilu presiden itu atas rekomendasi Komisi Pemilihan Umum.

“KPU hanya mencegah pelantikan anggota DPR yang terjerat kasus korupsi. Kita sudah berusaha maksimal, tapi KPU menyatakan tetap dapat dilantik. Jadi mau gimana lagi,” ujar Tantowi di Gedung DPR, Jakarta, Selasa 30 September 2014.

Seperti diketahui, proses gugatan Nusron Wahid kepada Dewan Pimpinan Pusat Partai Golkar masih diproses di Pengadilan Jakarta Barat. Dia tidak terima pemecatannya sebagai kader Golkar sehingga harus meletakkan jabatan sebagai anggota DPR terpilih 2014-2019

Nusron terpilih kembali sebagai anggota DPR dari Daerah Pemilihan Jawa Tengah setelah meraih 243.021 suara. Sementara Agus Gumiwang mendapat 102.469 di Daerah Pemilihan Jawaa Barat II.

Anggota KPU, Juri Ardiantoro, mengatakan, Nusron Wahid dan Agus Gumiwang, tetap akan dilantik sebagai anggota Dewan Perwakilan Rakyat pada 1 Oktober 2014 mendatang.
Sebab, dua anggota Dewan terpilih itu tengah melakukan upaya hukum terkait dengan pemecatan mereka dari Partai Golkar.

“Belum bisa diganti hingga ada putusan berkekuatan hukum tetap,” ujar Juri.

KPU telah mengirimkan surat ke DPP Partai Golkar serta Nusron dan Agus. Isinya adalah klarifikasi apakah tiga orang tersebut melakukan upaya hukum atau tidak. Surat ini adalah jawaban KPU atas surat yang dikirimkan Partai Golkar terkait dengan permintaan pergantian anggota terpilih yang dikirimkan pekan lalu.

“Nanti yang bersangkutan harus menyertakan bukti mereka melakukan upaya hukum,” ujar Juri.

Golkar memecat Agus Gumiwang Kartasasmita, Nusron Wahid, dan Poempida Hidayatullah karena mendukung Jokowi-JK. Adapun Golkar mengusung Prabowo-Hatta.

Mereka berencana menempuh jalur hukum ke dua pengadilan sekaligus, yakni Pengadilan Tata Usaha Negara dan pengadilan negeri. Alasannya, selain tanpa dasar, pemecatan ketiganya tak sesuai prosedur. (tety)

Related posts

‘Ramadan Diabetes and Me’: Panduan Berpuasa Pasien Diabetes Tipe 2

Tety Polmasari

Subsidi Bunga UMKM dan Penjaminan Modal Kerja Diharapkan Jadi Solusi di Tengah Pandemi

Tety Polmasari

Polri Belum Beberkan Penangkapan BW

Tety Polmasari

Leave a Comment