2015, Pemkot Bandung Layani Publik Secara Online

Selasa, 7 Okt 2014
Ridwan Kamil

BANDUNG (Pos Sore) — Pemerintah Kota Bandung, Jawa Barat mentargetkan seluruh pelayanan publik yang berjalan di wilayah itu dapat dilaksanakan secara online di tahun 2015.

Hal tersebut disampaikan Walikota Bandung RIdwan Kamil saat menerima kunjungan Ombudsman RI di rumah dinas walikota Bandung, akhir pekan lalu.

“Pelayanan online ini untuk mengurangi pertemuan manusia dengan manusia yang menyebabkan kesempatan bernegosiasi hingga berujung ke pungli,” jelas pria yang kerap disapa Emil ini.

“Pelayanan online ini untuk mengurangi pertemuan manusia dengan manusia yang menyebabkan kesempatan bernegosiasi hingga berujung ke pungli.”

Untuk bisa segera mewujudkan target itu, kata Emil, pemkot Bandung akan bekerja sama dengan sejumlah negara asing.

“Selama 12 bulan saya memimpin, banyak sekali didatangi negara-negara asing dan mereka mengajak bekerja sama untuk memajukan Kota Bandung,” jelasnya.

Kota Pintar
Beberapa negara yang dimaksud Emil yaitu Singapura dan Jepang terkait impian untuk menciptakan kota pintar atau smart city.

“Minggu lalu kami menandatangani MoU dengan Singapura, dan pekan depan rencananya dengan Jepang.”

“Minggu lalu kami menandatangani MoU dengan Singapura, dan pekan depan rencananya dengan Jepang,” kata Emil.

Ketika disinggung mengenai gaya kepemimpinannya yang ‘tidak biasa’, Emil mengatakan bahwa gaya seperti itu hanya akan ia lakukan di satu tahun petama pemerintahannya.

“Gaya saya ini hanya di satu tahun pertama saja, nantinya saya akan mengerahkan asisten untuk membantu tugas-tugas walikota,” imbuh Ridwan Kamil.

“Gaya saya ini hanya di satu tahun pertama saja, nantinya saya akan mengerahkan asisten untuk membantu tugas-tugas walikota.”

Seperti diberitakan sejumlah media, Walikota Bandung periode 2013-2018 ini memang dinilai memiliki gaya dalam memimpin yang berbeda dibanding pimpinan wilayah lain di Indonesia.

Beberapa waktu lalu masyarakat juga dihebohkan dengan tindakannya yang menggeber knalpot motor di telinga pemiliknya, lantaran banyak masyarakat yang terganggu dengan suara bising knalpot. (saeful)