Pelajar SMPN 3 Manggarai Terima Kacamata Gratis dari Standard Chartered

Kamis, 9 Okt 2014

JAKARTA (Pos Sore) — Badan Kesehatan Dunia menyebut ada 285 juta penduduk dunia mengalami masalah penglihatan. Sebanyak 39 juta di antaranya menderita kebutaan, sedangkan 246 juta lainnya mengalami gangguan penglihatan.

Jika tidak ditangani tanpa tindakan nyata apapun, jumlah penderita gangguan penglihatan dan kebutaan ini diperkirakan akan bertambah menjadi dua kali lipat pada 2020. Padahal 80% gangguan penglihatan ini sebetulnya dapat dicegah, bahkan disembuhkan.

Menyadari pentingnya penglihatan, sebanyak 132 pelajar SMP Negeri 3 Manggarai, Jakarta Selatan mendapatkan kaca mata gratis dari Standard Chartered Bank Indonesia. Pemberian kaca mata gratis itu dilakukan bertepatan dengan Hari Penglihatan Dunia 2014, Kamis (10/10).

Country Head, Corporate Affairs Standard Chartered Bank Indonesa, A Arno Kermaputra mengatakan, pemberian kaca mata gratis tersebut ditujukan untuk meningkatkan prestasi belajar para siswa. Dengan penglihatan yang jelas para siswa pun dapat belajar dengan fokus.

“Dari data yang kami peroleh, jumlah remaja yang mengalami gangguan penglihatan meningkat. Karena itu siswa SMPN 3 Manggarai discreening untuk diketahui apakah mengalami gangguan penglihatan. Ternyata ada 132 siswa yang mengalami gangguan,” ungkapnya.

Selain siswa di Jakarta yang mendapatkan kaca mata gratis, ada juga siswa di Semarang, Bandung, Makassar, Medan, dan Surabaya yang mendapatkan kaca mata gratis. “Kami membagikan 20.000 kaca mata gratis ke para pelajar dan guru di Indonesia,” ujar Arno.

Target pemberian kaca mata gratis ke para pelajar itu, karena di usia remaja itu terjadi perkembangan pesat, baik itu secara fisik, psikologis, dan intelektual.

Arno menambahkan bahwa karyawan Standard Chartered Bank di Jakarta dan Surabaya yang berjumlah 1500 orang akan mengedukasi masyarakat tentang menjaga kesehatan mata. Edukasi itu akan dilakukan di Jalan Sudirman Jakarta dan Jalan Bungkul-Basuki Rahmat Surabaya.

Sementara itu, Refraksionis Optision Helen Keller International, Nurul Nazia menyatakan, sebelum kaca mata gratis itu diberikan para siswa SMP N 3 Manggarai itu diperiksa terlebih dahulu oleh guru mereka. Bagi siswa yang terdeteksi mengalami gangguan penglihatan kemudian diperiksa dengan alat optik.

“Ada siswa kelas satu dan kelas tiga. Namun kebanyakan yang alami gangguan penglihatan itu kelas tiga. Ini terjadi karena aktivitas kelas tiga sudah tinggi,” kata Nurul Nazia.

Dalam kunjungan ke sekolah ini, para karyawan Bank yang melakukan kerja relawan juga memberikan pelatihan keuangan bagi pelajar kelas 8. Modul pelatihan keuangan yang disampaikan sangat sederhana. Yaitu tentang kebutuhan dan keinginanm sampai dengan modul investasi masa depan. Kegiatan disampaikan dengan cara interaksi yang menyenangkan, menggunakan kuis dan diskusi kelompok.

“Untuk pelatihan keuangan ini diberikan kepada lebih 1300 pelajar dan perempuan pengusaha-mikro,” tambah Arno. (tety)