ANRI Terima Arsip 10 Tahun SBY Memimpin RI

Senin, 20 Okt 2014

BOGOR (Pos Sore) -– Susilo Bambang Yudhoyono memimpin negeri ini selama 10 tahun. Segala hal terkait kepemimpinannya pun telah diarsipkan yang lalu diserahkan kepada Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI).

Serah terima arsip 10 tahun pemerintahan SBY itu diadakan di Ruang Garuda Istana Kepresidenan, Bogor (17/10). Arsip ini diserahkan Menteri Sekretaris Negara, Sudi Silalahi kepada Kepala Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI), Mustari Irawan.

Adapun arsip yang diserahkan berjumlah 500 bundel. Di antaranya melingkupi regulasi seperti undang-undang, peraturan pemerintah, peraturan presiden, instruksi presiden, ratifikasi, perangkat hukum dan perjanjian internasional.

Selain itu, dokumen kepresidenan seperti surat resmi dari dan kepada presiden, nota kesepahaman, himpunan naskah pidato, kumpulan artikel dan buku karya presiden, foto dan video.

Menurutnya, memimpin selama dua periode harus dipertanggungjawaban kepada negara, hakikatnya kepada rakyat. Jika suat saat akan melakukan penulusuran sejarah, pembuatan buku-buku, riset, disertasi, tesis atau yang lainnya, dokumen yang dibutuhkan itu ada di negara.

“Sesuai Undang-Undang, ANRI adalah lembaga resmi yang dberikan amanah dan kepercayaan untuk mengelola, menyimpan dan mendayagunakan arsip nasional ini,” jelas SBY saat meninjau display arsip yang telah diserahkan itu.

Yang tak kalah penting, katanya, dalam mengawali suksesi peralihan kepemimpinan, harus diawali dengan tradisi yang baik, yaitu dengan menyerahkan dokumen negara sebagai arsip nasional kepada ANRI.

“Ini dapat dikuti bukan hanya tingkat Presiden tetapi juga tingkat lembaga negara, lembaga pemerintahan, kementerian, bahkan gubernur/kepalda daerah suatu saat dapat menyerahkan arsip penting yang memiliki nilai sejarah yang tinggi diserahkan kepada ANRI/lembaga kearsipan sebagaimana yang diamanatkan Undang-Undang,” ujarnya.

SBY menandaskan, jangan sampai ada lagi polemik atau diskursis di kalangan masyarakat bahwa ada dokumen negara yang tidak jelas keberadaannya. Karenanya, SBY berharap ANRI agar dapat menggunakan arsip sebaik-baiknya. (tety)