ANRI Terima Arsip 13 Pencipta Arsip

Selasa, 28 Okt 2014

JAKARTA (Pos Sore) — Bertepatan dengan peringatan ke-106 Hari Sumpah Pemuda, Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) menerima arsip bernilai guna sejarah (statis) yang berasal dari 13 pencipta arsip.

Adapun ketiga belas pencipta arsip yang menyerahkan arsip statis yaitu, Kementerian Luar Negeri, Kementerian Kesehatan, Sekretariat Kabinet, ANRI, Lembaga Sandi Negara, dan Badan Penanggulangan Lumpur Sidoarjo.

Selain itu, PT Taspen, PT Balai Pustaka, PBNU, PP Muhammadiyah, Tokoh Seni Pewayangan, Pangdam Guritno, dan Gubernur kedua DKI Jakarta, Henk Ngantung.

“Serah terima arsip ini sejalan dengan amanat Undang-Undang Nomor 43 Tahun 2009 tentang Kearsipan Pasal 53 dan Pasal 77,” kata Kepala ANRI, Mustari Irawan, MPA, di Jakarta, Selasa (28/10).

Dikatakan, sebelum pelaksanaan serah terima arsip, tim akuisisi ANRI terlebih dahulu melaksanakan prosedur akuisisi arsip sesuai dengan Peraturan Kepala ANRI Nomor 31 Tahun 2011 tentang Tata Cara Akuisisi Arsip Statis.

anri

Dalam kesempatan yang sama digelar Rapat Koordinasi (Rakor) ‘Penyelamatan Arsip Negara dalam Mendukung Pembangunan Bangsa dan Peningkatan Ilmu Pengetahuan’.

Ada dua sesi diskusi panel. Pada sesi pertama, Dr. H. Mohammad Iskandar selaku akademisi membedah materi Arsip dan Pembuktian Masa Lampau Manusia. Rapiudin Hanurung selaku perwakilan dari Organisasi Kemasyarakatan (Ormas) mengupas Pentingnya Arsip bagi Ormas, lalu dilanjutkan dengan pemaparan Politisi Partai Gerindra, Fadli Zon yang mengupas Peran Penting Arsip bagi Partai Politik.

Pada sesi kedua, Prof. Dr. Emil Salim membedah materi mengenai Pembangunan Bangsa melalui Penyelamatan Arsip Bernilai Pertanggungjawaban Nasional. Selanjutnya, politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, Budiman Sujatmiko membedah Nilai Guna Arsip bagi Partai Politik.

Kegiatan rakor dihadiri 100 orang peserta yang terdiri dari perwakilan dari berbagai instansi pemerintah dan tokoh-tokoh organisasi kemasyarakatan. (tety)