15 C
New York
26/05/2020
Aktual

Menkes Sebut KIS Bukan Pengganti JKN

JAKARTA (Pos Sore) — Menteri Kesehatan, Nila Moeloek, menegaskan, Kartu Indonesia Sehat (KIS) yang sebentar lagi diluncurkan hanyalah selembar kartu yang akan diberikan kepada anggota Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Bukanlah sistem baru utuk menggeser keberadaan JKN.

“KIS hanya kartunya, dan tidak akan menggantikan JKN. Bahkan para anggota JKN yang memegang KIS akan mendapatkan sejumlah benefit, salah satunya edukasi,” kata Nila Moeloek di Gedung Menko-PKM, Jumat (31/10)

Edukasi yang dimaksud adalah bagaimana cara mengajarkan mereka untuk memiliki perilaku hidup bersih dan sehat.

Dalam kesempatan itu, Direktur Jenderal Bina Upaya Kesehatan Kementerian Kesehatan, Prof. DR. Dr. Akmal Taher, SpU(K) pun menjelaskan, Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) akan tetap ada karena itu merupakan amanat Undang-undang Dewan Jaminan Sosial Nasional. Dengan diluncurkan Kartu Indonesia Sehat (KIS) turut menyempurnakan program JKN ini.

Dengan program JKN yang disempurnakan ini, selain pengobatan anggota pun akan diberikan edukasi pencegahan penyakit. “Dengan menunjukkan KIS, anggota akan mendapatkan edukasi ini,” katanya.

Ia menjelaskan, KIS mencakup segala hal yang belum tercakup selama ini. Seperti para gelandangan yang ada di bawah jembatan, dan orang miskin.

“Selama ini yang kita pegang adalah data berdasarkan data berbasis rumah tangga, sedangkan mereka basisnya tidak terdaftar di rumah tangga, pun di panti asuhan tidak terdaftar,” kata Akmal.

Dengan adanya KIS, cakupan akan diperluas dengan program tetap bernama JKN, dan BPJS sebagai penyelenggara. (tety)

Related posts

Hasil Penelitian Sosek KP Percepat Kesejahteraan Masyarakat

Tety Polmasari

Sinergi Layanan Kesehatan, Mabes Polri dan Siloam Hospitals Group Jalin Kerjasama

Tety Polmasari

Perlu Reformasi Penyelenggaraan Pemilu

Tety Polmasari

Leave a Comment