Keberadaan Sekber PKP3KM untuk Hadapi MEA 2015

Rabu, 12 Nov 2014

JAKARTA (Pos Sore) — Ada sekitar 1.500 pedagang di Plaza Kenari Mas, Salemba, Jakarta Pusat. Keberadaan Sekretariat Bersama Pemilik Kios Pedagang dan Pekerja Plaza Kenari Mas (Sekber PKP3KM) untuk menghimpun kebersamaan, terutama menghadapi Masyarakat Ekonomi Asean 2015.

“Langkah ini dilakukan sebagai antisipasi terhadap semakin ketatnya persaingan bisnis di era Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) 2015. Jika kami tidak bersatu di dalam satu wadah berhimpun, kami khawatir akan sulit untuk menghadapi beratnya persaingan nanti,” kata Ketua Sekber PKP3KM Arnold S, di sela syukuran terbentuknya organisasi itu, Rabu (12/11).

Menurut Arnold, dengan terbentuknya wadah berhimpun yang secara informal terbentuk pada 1 tahun silam ini, dengan jumlah anggota pedagang yang cukup besar, mereka memiliki posisi tawar yang cukup kuat dengan para produsen barang.

“Misalnya, kami bisa meminta harga yang lebih rendah di tingkat produsen, sehingga para pedagang di Plaza Kenari Mas akan memiliki daya saing yang lebih tinggi,” ujarnya.

Arnold mengungkapkan, selama ini, memang ada pedagang tertentu yang memperoleh harga khusus dari produsen. Namun, jumlahnya hanya beberapa saja, sehingga menimbulkan persaingan yang kurang sehat dan tidak kompetitif di antara para pedagang. Kondisi ini juga terjadi di Plaza Kenari Mas.

“Kami berharap, pemberian insentif tersebut diberikan juga kepada pedagang lainnya, sehingga tidak terjadi saling mematikan antara pedagang,” ujarnya.

Selain itu, setiap pemilik kios atau pedagang memiliki tingkat kemampuan berbisnis yang sangat beragam. Ada pedagang yang memiliki jaringan yang kuat, ada pula pedagang yang baru mulai merintis, alias kurang memiliki pengalaman dan jaringan yang kuat.

“Pedagang semacam ini, tentu memerlukan dukungan dan bimbingan dari mereka yang telah memiliki banyak pengalaman,” tambahnya.

Di Sekber ini juga berhimpun para pelayan atau pekerja lepas kios. Dengan bergabungnya mereka diharapkan nasib mereka ikut diperhatikan setidaknya ketika mereka mendapatkan perlakuan ‘tidak manusiawi’. Agar pemilik kios tidak semena-mena memperlakukan para pelayan ini.

IMG-20141112-07330

Arnold menambahkan, dengan adanya perhimpunan atau sekretariat bersama diharapkan mereka bisa saling mendukung. Untuk jangka pendek, wadah berhimpun ini akan sering melakukan kegiatan atau pertemuan yang banyak melibatkan anggota.

“Dalam waktu dekat ini kami akan menggelar bazaar,” paparnya.

Dengan adanya pertemuan itulah diharapkan mereka bisa saling berbagi pengalaman dan membina keakraban antarpedagang dan pemilik kios, sehingga akan lebih cekatan dalam menangkap peluang bisnis.

Plaza Kenari Mas saat ini dikenal banyak menjual barang teknik dan elektrikal seperti kabel, lampu hias, furniture, peralatan komputer, peralatan rumah seperti aneka kunci, pegangan pintu, dan berbagai jenis barang lainnya.

Pengunjungnya tidak sedikit yang berasal dari luar kota, mengingat namanya yang sudah cukup dikenal sejak tahun 1960-an saat masih sebagai kaki lima.

IMG-20141112-07334

Agar terlihat lebih modern, sejak 1998 kawasan ini dibangun Plaza Kenari Mas. Namun, karakter pedagang tidak mengalami perubahan jauh yakni kebanyakan menjual peralatan listrik.

“Ketika orang menyebut peralatan listrik, atau lampu hias biasanya akan langsung teringat dengan Pasar Kenari. Harga di sini lebih murah dibanding pasar-pasar lainnya,” katanya.

Meski demikian, kita tidak boleh lengah mengingat persaingan ke depan akan semakin berat. Melalui organisasi ini diharapkan ke depan Plaza Kenari Mas juga diisi dengan tempat hiburan buat anak-anak dan keluarga.

“Sehingga pengunjungan merasa semakin nyaman dan betah saat berbelanja,” ujarnya. (tety)

Populer
Terkomentari
Bertekad Terus Berjuang
Prabowo: Jangan Jadikan RI Jadi Pesuruh Asing
Jumat, 22 Agustus 2014
Yang Muda Yang Berprestasi
‘Drizzle’ Gebrak Blantika Music Thrash Metal Di Bekasi
Minggu, 2 Maret 2014
ie_osh Batik Terobos Pasar Dunia
Sabtu, 22 Maret 2014
Dinilai Tak Mampu Dongkrak Daya Saing Industri
Jokowi Diminta Copot Saleh Husin
Senin, 8 Juni 2015
Tiga SKPD di Tasikmalaya Saling Tuding
Keberadaan Gudang Meresahkan Warga
Kamis, 8 Oktober 2015