Pameran Perhiasan Mutumanikam Nusantara Indonesia Upaya Lestarikan Warisan Budaya

Selasa, 18 Nov 2014
Para pengurus Munumanikam Nusantara Indonesia

ketua
Ketua Yayasan Mutumanikan Nusantara Indonesia, Herawati Wirajuda

JAKARTA (Pos Sore) – Pameran perhiasan Mutumanikan Nusantara Indonesia yang digelar untuk ke-9 kalinya pada 20-23 November 2014 di Balai Kartini, dijelaskan, Ketua Yayasan Mutumanikan Nusantara Indonesia, Herawati Wirajuda, pameran yang memang dikhususkan untuk perhiasan.

“‎Tidak boleh ada jualan batik, atau mutiara plastik, apalagi kangkung atau kuliner. Ini khusus untuk perhiasan yang unggulannya adalah perhiasan tradisional yang dulu lajim dikenakan oleh para leluhur kita,” jelasnya kemarin.

‎Lisa Ayodhia, Ketua Panitia Pameran, menambahkan, dalam pameran ini juga digelar kontes desain perhiasan. Kontes ini dipersiapkan secara serius dan menjadi salah satu program utama setiap pameran digelar.

“Tujuannya untuk merangsang munculnya desain perhiasan modern Indonesia yang tetap menampilkan ciri warisan budaya lokal dalam segi bentuk, corak, dan elemen, serta cara pembuatannya.

Melalui kontes desain perhiasan ini, pihaknya telah ikut aktif memperbaiki kelemahan kerajinan perhiasan nasional dalam memenuhi selera pasar.

“Dengan desain yang lebih baik, potensi industri perhiasan nasional sebagai bagian dari kegiatan ekonomi kreatif akan dapat berkembang dengan lebih baik sehingga dapat lebih optimal mendukung pertumbuhan ekonomi nasional dan meningkatkan kesejahteraan perajin,” tambahnya.

Yayasan yang berdiri sejak 2006 itu juga sudah mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat lewat kegiatan industri kerajinan perhiasan. Banyak pengrajin yang sudah tidak bisa membuat perhiasan purbakala. Akan tetapi di pelatihan Mutumanikam potensi itu terus digali. Karenanya, banyak desainer yang diajarkan untuk menggali kembali potensi daerahnya.

“Banyak pihak yang kami libatkan dalam momen ini. Kami begitu optimis, untuk melestarikan satu hal yang hampir punah juga bukan hanya sekadar pengorbanan, tapi ada nilai tambah di dalamnya. Dalam ajang ini juga para desainer itu berkompetisi memberikan kreasi terbaik mereka,” terang Lisa. (tety)