KOWANI Harus Bisa Jadi Ibu Bangsa

Jumat, 28 Nov 2014

JAKARTA (Pos Sore) — Bulan Desember 2014 menjadi bulan penting bagi Kongres Wanita Indonesia (KOWANI). Pada bulan ini siapa yang memimpin organisasi yang beranggotakan 85 organisasi perempuan ini, ditentukan melalui Kongres Kowani ke-24 yang digelar pada 3-5 Desember. Kongres itu untuk menentukan Ketua Umum Kowani.

Ada tiga kandidat kuat, yakni Dewi Motik Pramono (Ketua Umum KOWANI 2009-2014), Giwo Rubianto Wiyogo (aktivisi perempuan dengan berbagai organisasi), dan Chooseya.

Menanggapi perhelatan ini, Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak era Kabinet Pembangunan VI Siti Aminah Sugandhi atau Mien Sugandhi, mengatakan, organisasi Kongres Wanita Indonesia (Kowani) harus bisa menjadi ibu bangsa.

“Kowani seharusnya menjadi ibu bangsa, mampu menyelamatkan masa depan bangsa,” ujar Mien, ditemui di sela kunjungan mantan Ketua Kowani, Giwo Rubianto Wiyogo, untuk bersilaturahim, di Jakarta, kemarin.

Ia melihat beberapa tahun terakhir kondisi itu berubah. Gaung Kowani tidak lagi terdengar baik di kancah nasional, bahkan internasional.

“Kalau dulu, Kowani itu terkenal disegani PBB. Saya bahkan berbicara di markas besar PBB,” ungkapnya.

Menurutnya, Kowani sebagai ibu bangsa mempunyai makna menumbuhkan generasi baru yang lebih sadar akan kebangsaannya. Perempuan di Tanah Air, tidak boleh mengeluh dan harus mampu mengejar kepandaian untuk melahirkan generasi yang pintar juga.

“Tugas Kowani melanjutkan perjuangan Ibu Kartini. Meski Ibu Kartini tidak mempunyai anak, tapi mampu mengarahkan perempuan ke yang lebih baik,” tambah dia.

Karenanya, Mien meminta Ketua Kowani periode 2014-2019 haruslah perempuan yang muda, bersih, dan menguasai permasalahan yang ada di organisasi itu.

“Saya menilai Ibu Giwo Rubianto pantas menjadi Ketua Kowani, karena memilki banyak pengalaman di berbagai organisasi,” ujarnya. (tety)