7 C
New York
05/12/2020
Aktual

Kongres ke-24 Kowani Tentukan ‘Nasib’ Tiga Kandidat Ketua Umum

JAKARTA (Pos Sore) — Kongres Wanita Indonesia (KOWANI) menggelar Kongres ke-24 pada 3-5 Desember 2014, di Balai Kartini. Selain memaparkan hasil pertanggungjawaban Ketua Umum, Dewi Motik Pramono, juga untuk menentukan siapa Ketua Umum Kowani periode 2014-2019.

Ada tiga kandidat yang akan dipilih dalam Kongres bertemakan ‘Optimalisasi Potensi Apresiasi dan Kinerja Perjuangan Wanita Indonesia Mendukung Pembangunan Nasional Berkelanjutan’ ini. Yaitu, DR. Dewi Motik Pramono, DR. Giwo Rubianto Wiyogo, dan DR. Charletty Choesyana Taulu.

Deputi Perlindungan Perempuan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Anak (PPA) Mudjiati, yang membuka kongres itu, mengatakan, 86 organisasi perempuan anggota KOWANI menandakan potensial perempuan yang tak perlu diragukan lagi.

“Tanpa peran Kowani, kami pikir peningkatan kualitas perempuan dan anak tak akan tercapai. Utamanya di bidang pendidikan dan kesehatan. Karenanya, organisasi ini harus terus meningkatkan perannya,” katanya.

Ketua Umum Kowani, Dewi Motik, menyebut, Kowani ke depan harus tetap bekerja, bekerja, dan bekerja. Ia yang mengaku program-program selama memimpin organisasi ini cukup sukses.

“Saya punya potensi dan ingin melanjutkan program-program itu. Kowani harus dipimpin oleh orang yang memiliki kemampuan, yang namanya juga dikenal banyak orang. Selain itu, sehat, punya network dan kerja bagus,” tandasnya.

IMG-20141203-07721

Sementara itu kandidat lainnya, Giwo Rubianto berharap majunya ia menuju Kowani 1 dapat membawa perubahan yang lebih maju kepada organisasi yang berdiri sebulan setelah Sumpah Pemuda itu.

“Berikan kesempatan kepada saya untuk memimpin Kowani sebagai organisasi pemersatu wanita Indonesia. Kowani ke depan lebih meningkatkan peran seperti yang diharapkan oleh pejuang Indonesia dan menempatkan perempuan sebagai ibu bangsa,” kata Ketua Umum Gerakan Wanita Sejahtera (GWS) ini.

Charletty Choesyana Taulu, yang juga menjadi kandidat ketua umum, mengatakan, program Kowani ke depan tak bisa dilepaskan pada isu aktual. Menurut Susi, begitu panggilan akrabnya, saat ini Indonesia belum berhasil mencapai target MDG’s.

“Kita harus memerangi kejahatan seksual pada anak. Revolusi mental pada kaum perempuan juga perlu dilakukan. Bagaimana pun mental perempuan harus sehat sehingga mampu menyesuaikan diri dengan lingkungan,” tandas Susi yang juga Ketua Panitia Kongres ke-24 Kowani.
(tety)

Related posts

Salang: Yang Penting Jokowi Waspada

Tety Polmasari

Akreditasi Berikan Nilai Tambah Dalam Rantai Pasok

Tety Polmasari

Perlu Pemutakhiran Data Asset Kemnaker Di Qatar

hasyim husein

Leave a Comment