Kemenkop Hentikan Sementara Penyaluran Dana Bergulir LPDB

Jumat, 12 Des 2014

JAKARTA (Pos Sore) – Pemerintah menghentikan sementara  dan mengevaluasi skema pembiayaan seluruh kementerian, termasuk Lembaga Penyaluran Dana Bergulir (LPDB) Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM).

“Per hari ini saya sudah menginstruksikan LPDB menghentikan sementara penyaluran dana bergulir. Untuk sementara, yang baru jangan dulu dicairkan,” kata Menteri Koperasi dan UKM, Anak Agung Gede Ngurah Puspayoga, saat berdialog dengan Forum Wartawan Koperasi (Forwakop), di kantor Kemenkop, Kamis (11/12).

Penghentian penyaluran dana bergulir ini sambil menunggu evaluasi hingga akhir bulan ini dari Kementerian Keuangan. Ke depan, pemerintah akan membentuk holding. Bagaimana skema pembiayaannya, saat ini tengah digodok.

Menkop menegaskan, kendati penyaluran dana bergulir dihentikan (sementara), LPDB tidak akan dibubarkan. Lembaga ini tetap ada. Yang dievaluasi segala bentuk pinjaman bergulir seperti Kredit Usaha Rakyat (KUR) dan Perkasa (Perempuan Keluarga Sehat Sejahtera).

Direktur Umum dan Hukum LPDB Kemenkop dan UKM, Sutowo, mengaku sepanjang 2014 dana bergulir yang akan disalurkan kepada koperasi dan UKM sebesar Rp2,65 triliun.

Dari jumlah itu, dana bergulir yang sudah disalurkan Rp2,4 triliun. “Jadi dana bergulir yang belum disalurkan tinggal sedikit lagi,” ungkapnya

Ia mengklaim, meski ada penghentian sementara LPDB tetap berkibar. Selama tiga tahun terakhir ini saja mendapat ISO, juga meraih predikat Wajar Tanpa Pengecualian. Selain itu, meraih predikat BLU terbaik dari 117 BLU yang ada dari Kementerian Keuangan. (tety)

Populer
Terkomentari
Bertekad Terus Berjuang
Prabowo: Jangan Jadikan RI Jadi Pesuruh Asing
Jumat, 22 Agustus 2014
Yang Muda Yang Berprestasi
‘Drizzle’ Gebrak Blantika Music Thrash Metal Di Bekasi
Minggu, 2 Maret 2014
ie_osh Batik Terobos Pasar Dunia
Sabtu, 22 Maret 2014
Dinilai Tak Mampu Dongkrak Daya Saing Industri
Jokowi Diminta Copot Saleh Husin
Senin, 8 Juni 2015
Tiga SKPD di Tasikmalaya Saling Tuding
Keberadaan Gudang Meresahkan Warga
Kamis, 8 Oktober 2015