Peringatan Hari Ibu

Kaum Perempuan Indonesia di Antara Kemiskinan dan Kelaparan

Kamis, 25 Des 2014

JAKARTA (Pos Sore) – Hari Ibu diperingati sejak 22 Desember 1928. Sepanjang 86 tahun berlalu, ternyata angka kematin ibu di Indonesia masih memprihatinkan.

Survey Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI) BKKBN pada September 2013 menunjukkan AKI justru melonjak dratis, dari 359 per 100 ribu kelahiran hidup dibandingkan dengan hasil survey pada 2007 yang ‘hanya’ 228 per 100 ribu kelahiran hidup.

“Naiknya AKI di Indonesia justru terjadi ketika pemerintah tengah menggalakkan program promosi kesehatan secara massif sampai ke tingkat desa, Program Jaminan Persalinan (jampersal), dan program KB yang tak kalah intens dan massif ke masyarakat,” kata Koordinator Kaukus Perempuan Muda NU, Susianah Affandy, M.SI, di sela ‘Hari Ibu dan Refleksi Akhir Tahun 2014′, di gedung PBNU, Rabu (24/12).

Komisioner Badan Perlindungan Konsumen Nasional RI, ini berpendapat kebijakan nasional berkaitan dengan pembangunan kesehatan di satu sisi harus diakui kerap berbenturan dengan ragam kepentingan di tingkat lokal.

Faktor lainnya, belum tersedia atau belum berfungsinya sarana pelayanan kesehatan dasar yang berkualitas, rendahnya pemahaman hidup sehat, serta permasalahan budaya mengakibatkan kualitas kesehatan perempuan pedesaan masih sangat rendah.

Di tengah arus globalisasi saat ini, selain masalah kesehatan, kaum perempuan Indonesia juga menghadapi permasalahan yang sangat serius antara lain kemiskinan dan kelaparan, rendahnya tingkat pendidikan dan rentannya serangan penyakit menular.

Ketua Bidang Sosial, Kesehatan dan Kesejahteraan Keluarga DP Kongres Wanita Indonesia (Kowani) ini menambahkan, data memilukan lainnya berdasarkan data BKKBN 2012 yang menyebut kehamilan di luar nikah mencapai 48,1% terjadi pada usia 15-19 tahun dan usia sekolah dasar sebesar 4,8%. Jumlah kelahiran di Indonesia tiap tahun mencapai 5 juta.

“Di antara angka tersebut tingkat aborsi mencapai 2,5 juta, di mana 800 ribu kali aborsi dilakukan oleh remaja,” ungkap Sekretaris Yayasan Pendidikan Muslimat NU ini. (tety)

Populer
Terkomentari
Bertekad Terus Berjuang
Prabowo: Jangan Jadikan RI Jadi Pesuruh Asing
Jumat, 22 Agustus 2014
Yang Muda Yang Berprestasi
‘Drizzle’ Gebrak Blantika Music Thrash Metal Di Bekasi
Minggu, 2 Maret 2014
ie_osh Batik Terobos Pasar Dunia
Sabtu, 22 Maret 2014
Dinilai Tak Mampu Dongkrak Daya Saing Industri
Jokowi Diminta Copot Saleh Husin
Senin, 8 Juni 2015
Tiga SKPD di Tasikmalaya Saling Tuding
Keberadaan Gudang Meresahkan Warga
Kamis, 8 Oktober 2015