22.8 C
New York
28/05/2020
Aktual

Tim SAR Gabungan Berhasil Deteksi Objek Titik Pesawat AirAsia QZ8501

JAKARTA (Pos Sore) — Operasi SAR di hari ke tujuh, Badan SAR Nasional (Basarnas) bersama tim SAR gabungan berhasil mendeteksi objek dengan ukuran yang cukup besar pada pukul 23.40 WIB.

Objek yang ditemukan berjumlah dua dengan dimensi yang berbeda. Objek dengan 3 dimensi diketahui berukuran 9,4 x 4,8 x 0,4 meter, sementara objek 2 dimensi berukuran 7,2 x 0,5 meter.

Kedua objek itu berada di posisi yang berdekatan antara satu dengan lainnya dengan kedalaman 30 meter. Akan ada alat bernama ROV (remotely operated vehicle)  yang akan diturunkan ke bawah laut untuk mengambil gambar lebih jelas berupa foto.

“Semasih kondisi gelombang tinggi dan arus kuat alat ini tidak dapat diturunkan karena akan terbawa arus dan fungsinya menjadi tidak maksimal,” jelas Kepala Badan SAR Nasional (Basarnas), Marsekal Madya FHB Soelistyo, S.Sos, di Jakarta, Sabtu (3/1).

Kabasarnas menegaskan tentang temuan genangan bahan bakar minyak dan 2 objek berukuran cukup besar, merupakan temuan yang dapat memastikan posisi pesawat Air Asia QZ 8501 yang selama ini dicari-cari.

“Saya pastikan dengan genangan minyak dan penemuan bagian besar dari pesawat yang 2 macam ini, saya pastikan bahwa itu bagian dari pesawat Air Asia yg kita cari-cari selama ini,” tegasnya.

Kabasarnas juga menjelaskan kronologis ditemukan kedua objek tersebut. Command control yang  berada di lantai 14 Gedung Badan SAR Nasional menerima informasi awal terkait temuan bayangan pesawat. Informasi tersebut diterima dari hasil pemantauan Pesawat Hercules C130 milik TNI AU.

Dari hasil laporan tersebut dan temuan-temuan jenasah serta bagian lain pesawat, maka  tim melakukan perhitungan yang akhirnya ditentukanlah sektor prioritas. Selanjutnya Kabasarnas memerintahkan KRI Bung Tomo untuk melakukan operasi pencarian dengan sistem sonar di sektor daerah prioritas. Hasilnya pada Jumat (2/1) diterima laporan pada pukul 07.34 WIB kapal menerima signal sonar.

Namun hari itu belum dapat terkonfirmasi secara jelas posisinya. Menindak lanjuti temuan tersebut, Kapal Geo Survey bergeser menuju KRI Bung Tomo. Akhirnya mereka menemukan 2 objek cukup besar dimensinya. 

Dengan adanya penemuan baru berupa objek berdimensi cukup besar, Basarnas langsung melakukan evaluasi dan tindak lanjut agar dapat menentukan rencana strategis dalam operasi SAR di hari-hari berikutnya.

“Kesuksesan penemuan 2 objek di hari ke tujuh operasi SAR ini, merupakan hasil koordinasi ketat unsur-unsur dan evaluasi ketat common control. Semua temuan selama ini berada di dalam area prioritas yang telah dipastikan hari kemarin,” ungkapnya. 

Setelah nantinya alat ROV berhasil mengambil gambar secara jelas dan dapat memastikan posisi tepatnya, maka segera meluncurkan para penyelam ke posisi tersebut.

Selain penyelam dari TNI AU dan Basarnas Spesial Group, Basarnas kembali mendapat bantuan personil selam dari negara Rusia. Jumlah penyelam diperkirakan sebanyak sekitar 40-50 orang.

Rusia menurunkan 2 pesawatnya yakni BE 200 dan Ilyushin II-76 . Ilyushin II-76 akan digunakan untuk transportasi sementara BE 200 akan melakukan pencarian dan dapat secara mandiri mengevakuasi jenasah atau temuan lainnya. Selain dukungan personil, mereka juga membawa 1 sistem summersible.

“Sudah dilakukan koordinasi dan planning untuk mision area mereka dengan sasaran adalah untuk mengobserv terhadap objek terapung yang sudah keluar karena kecepatan kekuatan arus dan yang sudah berlangsung hingga saat ini,” jelas Kabasarnas.

Ditambahkan, meski pencarian difokuskan pada area prioritas, tetap ada unsur-unsur lain yang bergerak dan melakukan pencarian di sektor lainnya yang telah ditentukan dan dikoordinasikan. (tety)

Related posts

Ke Washington DC, Jazuli Bicarakan Penindasan Komunis China di Uighur

Akhir Tanjung

Jaksa Tuntut Ahok 1 Tahun

Tety Polmasari

Gangguan Pantograf, CL Alami Keterlambatan

Tety Polmasari

Leave a Comment