16.4 C
New York
02/06/2020
Ekonomi

BP Jamsostek Bakal Kembangkan Properti Lebih Gencar

BANDUNG– Direktur Utama Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BP Jamsostek),Elvyn G Masassya mengungkapkan,walaupun kondisi perekonomian kurang bergairah namun perusahaan masih mampu mengembangkan hasil investasi dari dana kelolaan sebesar Rp187,3 triliun pada akhir 2014 mencapai Rp18,1 triliun. Tak hanya itu, ke depan pihaknya juga akan gencar membangun fasilitas perumahan untuk pekerja yang nilainya mencapai Rp360 miliar.

”Kita optimis ini bisa dicapai, apalagi sesuai amanah UU tentang BP Jamsostek, akan beroperasi full (full operation) pada Juli 2015.”

Pengembangan hasil investasi mencapai Rp17,1 triliun ini bisa dicapai,menurutnya, tak lepas dari usaha keras yang dilakukan selama ini dalam mengelolaan perusahaan.Termasuk peningkatan kepesertaan yang terus melaju mencapai 16,9 juta pekerja yang diharapkan akan terus meningkat mencapai 20,2 juta pekerja pada 2015 dengan nilai iuran mencapai Rp40 triliun.”Kita optimis ini bisa dicapai, apalagi sesuai amanah UU tentang BP Jamsostek, akan beroperasi full (full operation) pada Juli 2015.Walaupun di luar cuaca agak mendung, tetapi target BP Jamsostek tetap tercapai. Kita mematok target  dana kelolaan pada 2014 sebesar Rp185 triliun,teryata melebihi target,” ungkapnya, Kamis (30/12).

Pengembangan hasil investasi mencapai Rp17,1 triliun ini bisa dicapai,menurutnya, tak lepas dari usaha keras yang dilakukan selama ini dalam mengelolaan perusahaan.Termasuk peningkatan kepesertaan yang terus melaju mencapai 16,9 juta pekerja yang diharapkan akan terus meningkat mencapai 20,2 juta pekerja pada 2015 dengan nilai iuran mencapai Rp40 triliun.”Kita optimis ini bisa dicapai, apalagi sesuai amanah UU tentang BP Jamsostek, akan beroperasi full (full operation) pada Juli 2015.”

Terkait kesiapan menjalankan program dana pensiun 1 Juli 2015,kata Elvyn, pihaknya tengah melakukan beberapa persiapan dan revisi kebijakan. Yang pasti, katanya, semu subtansi terkait penyelenggaraan program dana pensiun sudah tuntas dan menunggu finalisasi.Yang pasti,katanya, pihaknya tetap mengusulkan besaran persentase nilai iuran sebesar 8 persen (5 persen ditanggung pemberi kerja sisanya 3 persen ditanggung pekerja.”

Termasuk revisi pengelolaan dana investasi ke sektor properti yang awalnya hanya sekitar 5 persen ke depan akan ditingkatkan menjadi 10-30 persen. “Ini masih dalam tahap sosilaisasi.”

Konkretnya, ke depan, kata Elvyn,BP Jamsostek mengalokasikan Rp360 miliar untuk pembangunan rumah susun di enam lokasi, masing-masing 400 kamar atau enam menara kembar yang berlokasi di 5 wilayah antara lain, Bandung, Semarang, Sidoarjo, Makasar, Banten dan Medan.Sebelumnya, pihaknya sudah membangun 1.887 kamar di Batam dan Cikarang.

Untuk memudahkan peserta BP Jamsostek mendapatkan perumahan murah terjangkau, katanya, saat ini tengah digodok peraturan pemerintah tentang Jaminan Hari Tua dimana program PUMP akan dikaitkan dengan kepesertaan JHT. “Dalan revisi PP ini nantinya,setiap peserta akan diberi akses mendapatkan PUMP dan pembiayaan KPR berbunga rendah.Peserta dengan masa kerja 10 tahun bisa mengambil 10-30 persen dari tabungan JHT.Besaran masih dibahas di PP JHT yang masih digodok itu.”

Tidak hanya itu, BPJS-TK juga akan memanfaatkan tanah yang dimilikinya untuk pembangunan rumah susun sederhana milik (rusunami).

Terkait penyelenggaraan dana pensiun pada 1 Juli 2015,katanya, pengelolaan dana pensiun TNI/Polri dan PNS akan dihandel BP Jamsostek. “Walaupun saat ini ada PT Taspen yang mengelola, ke depan yang jelas kita tidak akan mengakuisisi akan tetapi pada 2019, otomiatis akan melebur ke BP Jamsostek.” (fitri)

Related posts

Pertumbuhan Industri 2014 Melambat Karena Memasuki Tahun Politik

Tety Polmasari

Mesin Roti Berteknologi Tinggi Harus Dipakai Agar Efisien

Tety Polmasari

Perlu Insentif Sewa Kantor UMKM

Tety Polmasari

Leave a Comment