2600 Anak Indonesia Meriahkan Festival Nusantara Bertutur

Rabu, 4 Feb 2015

JAKARTA (Pos Sore) — Sebanyak 2.600 anak Indonesia dari beragam kelompok atau komunitas berkumpul di Gedung Sasana Kriya, Taman Mini Indonesia Indah. Mereka mengikuti ‘Festival Nusantara Bertutur’ bertema ‘Menegakkan Kembali Jati Diri Bangsa’.

“Ini diadakan untuk mengajak semua pihak agar terus peduli pada upaya pembangunan karakter anak-anak Indonesia melalui budaya bertutur atau dongeng,” tegas Ketua Nusantara Bertutur, Arlan Septia, di Jakarta.

Melalui budaya bertutur diharapkan dapat menegakkan kembali jati diri anak bangsa hingga menjadi manusia Indonesia yang cerdas dan berkarakter unggul, lanjutnya, didampingi Ami Indrianto dan Gilarsi — pengurus Nusantara Bertutur lainnya.

Pihaknya merasa senang melihat kehadiran anak-anak yang begitu antusias mengikuti festival ini dengan penuh semangat. Terlebih ketika didongengkan cerita yang memiliki nilai karakter positif yang bisa memperkuat karakter anak.

“Kami sangat concern melakukan pembangunan karakter anak-anak Indonesia dengan mengembangkan budaya bertutur, dikarenakan berbagai pesan dan informasi dalam kemasan tokoh-tokoh dan latar cerita akan lebih mudah diserap dan dicerna oleh anak-anak,” ujarnya.

Menurutnya, dongeng yang mengandung pesan atau nilai sosial yang baik dapat menjadi sarana bagi anak untuk belajar tentang budi pekerti. Dongeng juga dapat dirancang untuk memperkenalkan tentang kebhinekaan alam dan budaya Indonesia.

Guna menyebarluaskan kegiatan budaya bertutur, pihaknya juga merangkul kerja sama dengan sejumlah media nasional yang akan menyajikan secara rutin cerita-cerita dongeng anak-anak.

“Karakter anak bangsa seperti apa yang ingin dibangun kepada anak-anak bisa dilakukan melalui budaya bertutur, dan tentunya dongeng yang dapat membanggakan Indonesia yang akan dikembangkan kepada anak-anak generasi bangsa,” tambah Ami Indrianto.

“Dengan banyaknya sarana media yang berkembang seiring dengan kemajuan teknologi diharapkan dapat berperan aktif dalam menyebarluaskan kegiatan budaya bertutur tersebut. Digital teknologi atau gadget seperti selular juga sebagai media yang dapat menyampaikan cerita-cerita dongeng,” lanjut Gilarsi.

Dirjen Kebudayaan dan Pendidikan Dasar Menengah (Kembud Dikdasmen), Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Prof Dr Kacung Marijan MA, menyambut positip upaya Nusantara Bertutur ini.

Menurutnya, dongeng sarana yang efektif guna menyampaikan nilai-nilai pembelajaran kepada anak-anak. Terlebih saat ini para orang tua sudah mulai jarang menceritakan dongeng kepada anak-anaknya, karena kesibukannya.

“Saya menyambut positip apa yang dilakukan oleh Nusantara Bertutur untuk melestarikan dan mengembangkan budaya bertutur melalui dongeng ini. Saya berharap, tidak hanya Nusantara Bertutur yang melakukan kegiatan ini, namun juga komunitas atau kelompok masyarakat lainnya untuk mengembangkan budaya bertutur melalui dongeng kepada keluarga-keluarga di tanah air,” tandasnya. (tety)