Cegah Kanker dengan Gaya Hidup Hidup Sehat

Rabu, 4 Feb 2015
Dr. H. Mohamad Subuh, MPPM, Dirjen Pemberantas Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Kemenkes (tengah)

JAKARTA (Pos Sore) – Kanker adalah penyakit yang tidak menular. Meski tidak menular, di Indonesia , orang yang terkena kanker jumlahnya cukup tinggi. Saat ini prevalensi kanker 1,4 per 1000 penduduk atau sekitar 330 ribu orang. Kanker sendiri bisa menyerang siapa saja, baik pria maupun wanita, anak-anak ataupun dewasa.

Kasus baru kanker tertinggi di Indonesia untuk wanita adalah kanker payudara. Angka kejadiannya 40 per 100.000 penduduk, dengan angka kematian 21,5 per 100.000 penduduk.

Sedangkan untuk pria, kasus baru kanker tertinggi adalah kankes paru dengan angka kejadian 26 per 100.000 penduduk dan angka kematian 22 per 100.000 penduduk. Disusuk kanker koleraktal dengan kasus 10 per 100.000 penduduk.

Kita tentunya tidak ingin terkena kanker. Bagaimana caranya? Dr. H. Mohamad Subuh, MPPM, Dirjen Pemberantas Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Kementerian Kesehatan, cukup mudah. Jika Anda perokok, berhentilah. Kebiasaan hidup tidak sehat ini membuat peluang Anda terpapar kanker cukup besar. Tak hanya Anda, tapi orang-orang di sekitar Anda pun bisa terkena kanker akibat terpapar asap rokok yang Anda hirup itu.

Selain tidak merokok, Anda juga perlu melakukan diet sehat dengan kalori seimbang. Dan, tak lupa rajin beraktifitas fisik. Tidak kalah penting dengan melakukan deteksi dini kanker, kenali tanda dan gejala. Sebanyak 43% kanker dapat dicegah dan dilakukan deteksi dini seperti kanker payudara dan kanker kolorektal.

“Kanker sebenarnya dapat dikatakan sebagai penyakit gaya hidup. Penyakit tidak menular yang dapat dicegah dengan melakukan gaya hidup sehat dan menjauhkan diri dari faktor resiko terserang kanker,” katanya pada peringatan Hari Kanker Sedunia Tahun 2015 bertema ‘Kanker Bukan di Luar Kemampuan Kita’, di gedung Kemenkes, Rabu (4/2).

Dia menjelaskan, terjadinya penyakit kanker terkait dengan beberapa faktor risiko seperti kebiasaan merokok, menjadi perokok pasif, kebiasaan minum alkohol, kegemukan, pola makan yang tidak sehat, perempuan yang tidak menyusui, dan perempuan melahirkan di atas usia 35 tahun.

Sayangnya, tidak semua jenis kanker dapat dilakukan deteksi dini. Saat ini yang deteksi dini baru bisa mendeteksi kanker payudara, kanker leher rahim, dan kanker pada anak yaitu retinoblastoma (kanker bola mata). Namun, pada nyatanya pasien kanker datang ke rumah sakit sudah dalam stadium lanjut. (tety)