1.3 C
New York
27/01/2021
Aktual

KPAI Laporkan Penulis Buku ‘Saatnya Aku Pacaran’ ke Mabes Polri

JAKARTA (Pos Sore) — Karena dinilai melanggar UU Perlindungan Anak, UU Pornografi dan UU Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE), Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) melaporkan penulis dan penerbit buku ‘Saatnya Aku Pacaran’ ke Mabes Polri.

“Buku itu tidak sejalan dengan prinsip perlindungan anak, bertentangan dengan norma kesusilaan, UU pronografi dan UU ITE,” tandas Ketua KPAI Asrorun Ni’am Saleh di Bareskrim Polri, Kamis (5/2).

Ia menjelaskan, penulis melanggar UU ITE, karena buku itu juga diedarkan dalam bentuk e-book. Jadi, sangatlah jelas sang penulis, Toge, dan penerbit Brillian Internasional melanggar UU ITE pasal 27 ayat 1. Ancaman hukuman untuk pelanggaran pasal ini tercantum dalam pasal 52 ayat 1 UU ITE yaitu sepertiga dari hukuman pokok. Sementara untuk pidananya, keduanya melanggar KUHP pasal 160.

“Ancaman hukumannya 6 tahun penjara,” ujarnya.

Pelanggaran yang terjadi dalam buku ini khususnya yang dimuat dalam Bab 6 tentang seks tepatnya pada halaman 60. Isi dalam bab tersebut memuat tindak pencabulan, yaitu tindak penghasutan terhadap pembaca yang diarahkan untuk kepentingan remaja.

“Itu diarahkan dalam lingkup usia anak-anak yang dibolehkan hubungan seksual di luar pernikahan,” urainya.

Atas tulisan ini, Toge dan penerbit Brillian Internasional melanggar hak anak untuk memperoleh informasi yang sehat. Anak-anak seharusnya tak diberikan informasi yang menyesatkan semacam itu.

“Hubungan seks di luar pernikahan adalah tindakan melawan hukum. Tapi di dalam buku itu justru diberikan pengetahuan,” katanya.

Yang membuatnya miris buku tersebut telah mengalami 2 kali cetak, juga telah diedarkan dalam seminar-seminar parenting di sekolah-sekolah.

Meski sang penulis telah meminta maaf dan mengakui kesalahannya, menurut Asrorun, itu tidak berarti menghentikan proses hukum.

“Kami meminta ‎buku tersebut ditarik agar tidak menjadi pegangan bagi anak-anak,” tandasnya. (tety)

Related posts

32 Tahun LPPOM MUI, Muti Arintawati: Tantangan Semakin Berat, Tingkatkan Pelayanan Berbasis Teknologi

Tety Polmasari

Investor Jerman Sulit Kembangkan Industri Mesin

Tety Polmasari

Ahok Bebas, FPI Ajak Semua Pihak Saling Menghargai Agama Masing-masing

Ramli Amin

Leave a Comment