0.5 C
New York
27/01/2021
Aktual Ekonomi

Indroyono dan Andrinof Sepakat Perkuat Bidang Kemaritiman

JAKARTA (Pos Sore) — Menko Kemaritiman, Indroyono Soesilo, dan Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala BAPPENAS, Andrinof Chaniago, sepakat implementasi berbagai Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional 2014-2019 (RPJMN 2014-2019) bidang kemaritiman semakin dipertajam. Diharapkan, dalam tiga tahun ke depan hasilnya sudah mulai terlihat.

BAPPENAS sendiri menginventarisasi program kementerian/Lembaga yang melaksanakan kegiatan survey dan riset kelautan agar bisa diintergrasikan. Terutama berkaitan dengan penyelesaian batas laut antar negara, batas landas kontinen, batas zona ekonomi eksklusif dan batas zona ekstensi 350-mil.

“Kegiatan ini tujuannya, untuk menghimpun data hidro-oseanografi, geologi laut dan biologi laut guna mendukung program penyelesaian batas laut dimaksud,” jelas Andrinof, di Jakarta, Kamis (12/2).

Kedua kementerian ini juga sepakat untuk segera memulai program pembangunan Maritime Techno-Park di Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur yang dikaitkan dengan industri migas.

“Beberapa negara, antara lain Perancis, berminat untuk bergabung dalam pengembangan Maritime Techno-Park di Penajam ini,” sebut Indroyono.

Di samping itu, berkaitan dengan rencana pengembangan wilayah Sorong, Papua Barat sebagai kawasan ekonomi khusus, yang juga sudah masuk dalam RPJMN 2014-2019, segera ditindaklanjuti dengan penyusunan pra-studi kelayakan guna siap dipaparkan pada Semester II, 2015.

Berkaitan dengan program pengembangan bio-diesel dari micro algae di laut, dalam waktu dekat Tim Nasional Pengembangan Bio-Diesel dari Micro Algae akan segera menggelar Pemaparan di hadapan Menko Kemaritiman, Menteri PPN/BAPPENAS dan kementerian terkait.

Menteri PPN/BAPPENAS, Andrinof Chaniago, juga mendukung Program Ekspedisi Nusantara Jaya 2015 dengan menambahkan komponen program ‘Ayo Berlayar’. Dalam kegiatan ekspedisi, yang akan melibatkan Kapal Penumpang milik PELNI ini guna bergabung ke dalam 88 kapal lainnya. Ekspedisi ini sendiri siap diluncurkan pada Juni 2015.

Berkaitan dengan rencana pembangunan pelabuhan Cilamaya di Jawa Barat, Tim Kajian BAPPENAS segera diperkuat dengan para ahli dari Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) dan Kementerian Perhubungan guna dapat memberikan rekomendasi komperehensip dalam waktu satu bulan.

Kesepakan dua kementerian ini juga termasuk mengawal komponen kelautan dalam rancangan dokumen Sustainable Development Goal (SDG) Post-2015 yang saat ini tengah dinegosiasikan oleh PBB dan akan ditetapkan dalam Sidang Umum PBB di New York pada akhir tahun 2015 ini. Rancangan dokumen SDG Post-2015 mencakup 17 Sasaran dan salah satunya berkaitan dengan bidang kelautan. (tety)

Related posts

Lawan Mafia Penyelundup, Kementan dan Polri Perketat Pengawasan

Tety Polmasari

Lembang-Sumedang 1 Jam Saja

Tety Polmasari

Penemuan Terbaru: Klinik Hayandra Perkenalkan Terapi Sel untuk Peremajaan Kulit dan Sistem Imun

Tety Polmasari

Leave a Comment