Hadapi MEA, Pemerintah Canangkan Percepatan Penerapan KKNI bagi Pekerja

Rabu, 25 Feb 2015

JAKARTA (Pos Sore) — Menteri Ketenagakerjaan M Hanif Dhakiri mencanangkan percepatan penerapan Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI) bagi para pekerja Indonesia yang bekerja di berbagai sector pekerjaan. Percepatan penerapan KKNI ini dilakukan sebagai upaya meningkatkan daya saing sumber daya manusia (SDM) Indonesia dalam menghadapi era masyarakat ekonomi Asean (MEA) 2015. “Pencanangan penerapan KKNI bagi pekerja ini diharapkan bisa menggerakan para pemangku kepentingan di semua sektor terkait agar bisa meningkatkan meningkatkan kualitas SDM Indonesia, “ kata Menaker Hanif. KKNI adalah Kerangka penjenjangan kualifikasi kompetensi yang dapat menyandingkan, menyetarakan, dan mengintegrasikan antara bidang pendidikan dan bidang pelatihan kerja serta pengalaman kerja dalam rangka pemberian pengakuan kompetensi kerja sesuai dengan struktur pekerjaan di berbagai sektor. KKNI  terdiri atas 9 (sembilan) jenjang kualifikasi pekerja, dimulai dari jenjang 1  sampai dengan jenjang 3 yang dikelompokkan dalam jabatan operator; jenjang 4 sampai dengan jenjang 6 dikelompokkan dalam jabatan teknisi atau analis; serta  jenjang 7 sampai dengan jenjang 9 dikelompokkan dalam jabatan ahli. Hanif mengatakan dalam perberlakuan era MEA 2015, pergerakan tenaga kerja antar negara akan semakin mengalir sehingga tuntutan terhadap pengelolaan serta peningkatan mutu tenaga kerja nasional serta kesetaraan kualifikasinya dengan tenaga kerja asing akan menjadi salah satu tantangan yang harus dihadapi. “Oleh karena itu, dengan adanya KKNI menjadi rujukan penataan tenaga kerja Indonesia di berbagai sektor dengan menetapkan jenjang kualifikasi yang jelas serta kesetaraannya dengan kualifikasi negara-negara lain di dunia, kata Hanif. Hanif mengatakan dalam pemberlakukan MEA nanti, KKNI menjadi acuan untuk negosiasi kerjasama saling pengakuan kompetensi antar negara atau Mutual Recognition Agreement di bidang kompetensi dan kualifikasi tenaga kerja. “Penerapan setiap jenjang kualifikasi disesuaikan dengan kebutuhan pasar industry ,perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, atau seni, sehingga bisa perkembangan sektor-sektor utama perekonomian dan peningkatan kesejahteraan pekerja,” kata Hanif. (hasyim)