Menaker Hanif Siapkan Dua Bursa Kerja Super Khusus

Jumat, 27 Feb 2015

JAKARTA (Pos Sore) — Menteri Ketenagakerjaan M Hanif Dhakiri mendorong diadakannya dua bursa kerja yang disebut “super khusus” yakni terkait dengan bursa kerja untuk TKI formal dan bursa kerja untuk pekerjaan yang super khusus.

“Saya mendorong agar diadakannya bursa kerja semacam ini namun untuk pekerjaan di Luar Negeri sektor formal. Jadi, bursa kerja semacam ini pesertanya perusahaan-perusahan migas atau jasa yang mereka membutuhkan tenaga kerja. Karena banyak juga profesional-profesional kita yang ditempatkan ke luar negeri,” kata Menteri Ketenagakerjaan M. Hanif Dhakiri.

Hal itu, menurutnya,  merupakan usaha yang sejalan dengan keinginan Bapak Presiden Joko Widodo untuk menghentikan secara bertahap TKI sektor PLRT dengan mengoptimalisasikan tenaga kerja Luar Negeri sektor formal. Bursa kerja “super khusus” yang kedua yaitu bursa kerja yang pesertanya berbadan hukum ataupun perorangan dimana membutuhkan pekerjaan yang super khusus.

“Teman-teman saya banyak mencari tukang bangunan untuk membangun rumah. Namun, ia bilang sulit. Padahal, ketika saya ke daerah banyak orang yang dapat menjadi tukang batu. Kita buat cara mempertemukan antara si pemberi kerja dengan penerima kerja untuk pekerjaan super khusus semacam itu. Kita sadari hal itu nyata di depan kita,” kata Hanif.

Hanif mengatakan saat ini kesempatan kerja jumlahnya masih terbatas. Pada 2014, lapangan kerja tumbuh sebesar dua persen, sementara pertumbuhan angkatan kerja sebesar 1,7 persen. Sementara itu, lanjutnya berdasarkan data BPS pada Agustus 2014, angkatan kerja lulusan perguruan tinggi jumlahnya sebesar 9,79 persen. Jumlah tersebut masih tergolong rendah dibandingkan angkatan kerja yang berpendidikan SD ke bawah yang jumlahnya sebesar 47,07 persen, atau dengan angkatan kerja lulusan SMP sebesar 17,75 persen. (hasyim)