Kemenperin Gelontorkan Bantuan Restrukturisasi Mesin TPT dan Alas Kaki Rp100 miliar

Rabu, 4 Mar 2015
Menteri Perindustrian Saleh Husin didampingi Dirjen Basis Industri Manufaktur (BIM) Kemenperin Harjanto saat Launching Program Revitalisasi dan Penumbuhan Industri Melalui Restrukturisasi Mesin/Peralatan Industri Tekstil dan Produk Tesktil serta Industri Alas Kaki Tahun Anggaran 2015 2015 di Kemenperin, (4/3)

JAKARTA (Pos Sore) –Menteri Perindustrian Saleh Husin mengungkapkan,untuk meningkatkan produktifitas daya saing serta merangsang tumbuhnya investasi di industri Tekstil dan Produk tekstil (TPT) dan Alas Kaki,pihaknya kembali meluncurkan program revitalisasi mesin senilai Rp100 miliar. Dengan bantuan ini diharapkan pelaku usaha yang menerima lebih beragam tidak yang itu-itu saja seperti yang selama ini ditemukan BPK (Badan Pemeriksa Keuangan).

“Saya berharap yang dapat jangan yang itu-itu saja atau kalangan tertentu saja. Karena kalau begitu, akhirnya target pertumbuhan tidak tercapai dan investasi tidak tumbuh,” ungkapnya di sela Launching Program Revitalisasi dan Penumbuhan Industri Melalui Restrukturisasi Mesin/Peralatan Industri Tekstil dan Produk Tesktil serta Industri Alas Kaki Tahun Anggaran 2015, (4/3) di Kemenperin.

Harapan lain juga diungkapkan Saleh melalui program ini penyerapan tenaga kerja bisa terus ditingkatkan kualitasnya agar tidak diisi tenaga asing. Termasuk melakukan diiversifikasi produk. “Sebenarnya, bantuan ini lebih difokuskan untuk industri hulu,pemerintah bayarkan bunga pinjamannya sebesar 10 persen, artinya dengan pancingan 100 miliar,mereka dapat investasinya 90 persen. Dan mampu menyerap tenaga kerja mencapai 10.000 orang untuk industri TPT, alas kaki, dan penyamakan kulit.

“Saya berharap yang dapat jangan yang itu-itu saja atau kalangan tertentu saja. Karena kalau begitu, akhirnya target pertumbuhan tidak tercapai dan investasi tidak tumbuh.”

Sesungguhnya, program Restrukturisasi Mesin/Peralatan Industri telah dijalankan oleh Kementerian Perindustrian sejak tahun 2007 untuk industri TPT dan tahun 2009 untuk industri alas kaki dan penyamakan kulit. Tahun ini, restrukturisasi mesin/peralatan untuk industri tekstil dan produk tekstil serta industri alas kaki.

Selama periode  2007 – 2014, anggaran yang telah terserap melalui program tersebut mencapai Rp 1,18 triliun dan telah mampu menstimulus kegiatan investasi mesin/peralatan yang dilakukan oleh dunia usaha sebesar Rp. 14,84 triliun dengan kenaikan produktivitas sebesar 6-10%, efisiensi energi sebesar 5 – 9%, dan penyerapan tenaga kerja sebanyak 241.835 orang.

Menperin menegaskan, dari hasil evaluasi serta antusiasme industri TPT, alas kaki dan penyamakan kulit, Kementerian Perindustrian telah mengusulkan anggaran tahun 2015 sebesar Rp. 100 milyar dengan sasaran program: (1) Pencapaian nilai investasi yang dilakukan industri TPT, alas kaki, dan penyamakan kulit sekurang-kurangnya Rp. 1 triliun  atau USD 80 juta; (2) Penciptaan kesempatan kerja sekurang-kurangnya 10.000 orang untuk industri TPT, alas kaki, dan penyamakan kulit; (3) Peningkatan efisiensi penggunaan energi dan biaya produksi serta menghasilkan produk yang lebih berkualitas dan berdaya saing.

Sementara itu, dengan mempertimbangkan masukan dari BPK dan BPKP, Kementerian Perindustrian juga telah menyempurnakan petunjuk teknis program tersebut untuk tahun anggaran 2015 sebagai berikut: (1) Melakukan pemrioritasan terhadap industri yang belum pernah mendapat dana program, sehingga anggaran yang tersedia dapat dimanfaatkan secara meluas dan merata oleh semua industri TPT dan alas kaki; dan (2) Untuk dapat mendorong peremajaan mesin/peralatan bagi industri yang prosentase mesin/peralatan lebih dari 20 tahun masih mencapai 70%, maka pada tahun anggaran 2015 diprioritaskan untuk industri yang melakukan investasi pada pembuatan kain (mesin pertenunan dan perajutan).

Dalam rangka penyebarluasan program tersebut, Kementerian Perindustrian akan melakukan sosialisasi di berbagai daerah kepada para industri TPT, industri alas kaki dan industri penyamakan kulit dengan penyebaran informasi baik melalui berbagai media massa maupun website Kementerian Perindustrian. Menteri Perindustrian memberikan apresiasi kepada Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API), Asosiasi Persepatuan Indonesia (Aprisindo) dan Asosiasi Penyamak Kulit Indonesia (APKI) serta para pelaku usaha industri TPT, alas kaki, dan penyamak kulit yang terus meningkatkan komitmennya dalam melakukan investasi seh Perlu diketahui, Industri TPT, alas kaki, dan penyamakan kulit merupakan salah satu industri strategis, mengingat peranannya dalam perolehan devisa ekspor non migas dan penyerapan tenaga kerja sebesar 15,1% dari total tenaga kerja industri manufaktur serta memberikan kontribusi terhadap PDB nasional sebesar 1,89%. (fitri)