Bayi Hebat Milna 2015: Abadikan Momen Si Kecil Tumbuh Sehat

Selasa, 17 Mar 2015

JAKARTA (Pos Sore) – Orangtua mana yang tak bahagia melihat pertumbuhan si kecil yang menggemaskan. Terlebih jika sang buah hati tumbuh sehat dan cerdas. Maka tak heran, jika banyak bunda sering mengabadikan momen-momen pertumbuhan sang anak. Entah dengan kamera foto atau kamera video. Tak jarang pula momen-momen bahagia ini dibagikan ke media sosial.

Nah, untuk memfasilitasi kebangaan bunda yang senang mengabadikan momen-momen perkembangan emas si kecil, Kalbe Nutritionals melalui produknya Milna, kembali mengadakan Bayi Hebat Milna 2015 untuk Bayi Hebat usia 6 bulan sampai dengan 3 tahun. Program ini sudah berjalan sejak Februari lalu dengan dilansirnya www.bayihebatmilna.com, dan akan terus berjalan hingga November nanti.

“Ini satu program nasional yang membuka kesempatan bagi Bunda di seluruh Indonesia, untuk merayakan pencapaian milestone sang buah hati. Melalui Bayi Hebat Milna 2015 ini, Milna siap mendukung program pemerintah untuk menciptakan bayi-bayi hebat Indonesia yang memiliki gizi dan tumbuh kembang baik,” kata Helly Oktaviana, Business Unit Head Nutrition Milna, di Jakarta, kemarin.

Diadakannya Bayi Sehat Milna 2015 ini juga tak lepas dari adanya data terkini dari Global Nutrition Report (2014) yang menunjukkan Indonesia mangalami masalah gizi kompleks. Antara lain terjadi karena gizi salah. Gizi salah berbeda dengan gizi buruk.

“Gizi salah berarti kekurangan atau kelebihan zat gizi tertentu, akibat kesalahpahaman dalam memenuhi kebutuhan nutrisi 1000 hari pertama pertumbuhan si kecil yang bisa mengakibatkan stunting (perawakann pendek) atau wasting (perawakan kurus),” jelasnya.

Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) memang sudah memiliki acuan Label Gizi Produk Pangan. Dalam acuan lembaga itu, kebutuhan energi bayi usia 6 bulan meningkat hingga 1.5 kali, kebutuhan protein meningkat 2 kali lipat, kebutuhan karbohidrat meningkat 2.4 kali, dan kebutuhan zat besi meningkat 26 kali lipat.

“Namun, kebutuhan gizi harian bayi usia 6 bulan tersebut terlalu besar untuk kapasitas perut si kecil. Misalnya, bayi usia 6 bulan membutuhkan zat besi sebesar 8 mg, yang bisa didapatkan dari 3 potong daging (150 gr), namun porsi tersebut terlalu berat untuk dikonsumsi si kecil. Belum lagi kebutuhannya akan zat gizi lainnya,” jelasnya.

Di sinilah peran penting Makanan Pendamping ASI (MPASI) fortifikasi. Fortifikasi adalah upaya dalam meningkatkan mutu gizi bahan pangan dengan sengaja menambahkan satu atau lebih zat gizi mikro. Bertujuan melengkapi atau menambah komponen gizi yang tidak ada, dalam rangka perbaikan gizi masyarakat.

MPASI fortifikasi ini memungkinkan anak mengkonsumsi nutrisi yang cukup untuk memenuhi kebutuhan gizi hariannya, terutama selama 1000 hari pertama pertumbuhannya yang akan menentukan perkembangan fisiknya saat dewasa nanti.

“Milna sendiri rangkaian produk nutrisi yang diformulasikan untuk bayi usia 6 bulan ke atas, sebagai makanan pendamping ASI. Milna ikut mendukung program pemerintah dalam rangka perbaikan gizi nasional, lewat inovasi dan kelengkapan produknya. Termasuk rangkaian untuk anak yang mengalami alergi ataupun menambah berat badan bayi) serta kandungan nutrisi yang paling lengkap di antara produk-produk MPASI yang ada di pasaran,” tambahnya. (tety)

Populer
Terkomentari
Bertekad Terus Berjuang
Prabowo: Jangan Jadikan RI Jadi Pesuruh Asing
Jumat, 22 Agustus 2014
Yang Muda Yang Berprestasi
‘Drizzle’ Gebrak Blantika Music Thrash Metal Di Bekasi
Minggu, 2 Maret 2014
ie_osh Batik Terobos Pasar Dunia
Sabtu, 22 Maret 2014
Dinilai Tak Mampu Dongkrak Daya Saing Industri
Jokowi Diminta Copot Saleh Husin
Senin, 8 Juni 2015
Tiga SKPD di Tasikmalaya Saling Tuding
Keberadaan Gudang Meresahkan Warga
Kamis, 8 Oktober 2015