Hadapi Persaingan Global,Bank Mayora Bantu Pembiayaan Aspekti

Minggu, 29 Mar 2015
Wakil Ketua Aspekti,Nasfi Burhan (kiri) Presiden Direktur Bank Mayora Jap Chin PhingIrfanto Oeij (kanan) usai penandatanganan kerja sama di Lemo Hotel 88 di Legok,Kabupaten Tangerang, Sabtu (28/3).

JAKARTA (Pos Sore) –Presiden Direktur Bank Mayora Irfanto Oeij mengatakan, sebagai bank yang fokus dalam pembiayaan sektor ritel,pihaknya tertarik bekerjasama dengan Asosiasi Pengusaha Konsultan Telematika (Aspketi) untuk pembiayaan promosi dan pelatihan.

“Kami tertarik bekerjasama dengan Aspekti karena kami ingin mendukung industri telematika yang akan semakin berkembang pesat di masa datang.”

Mulai kuartal kedua 2015,bank dengan kor bisnis ritel ini resmi menjadi Bank Umum Kelompok Usaha (BUKU) II atau bank dengan modal inti Rp 1 triliun sampai dengan kurang dari Rp 5 triliun.Dengan begitu,porsi pinjaman bisa ditingkatkan dari 8 persen menjadi 10 persen.

“Kami tertarik bekerjasama dengan Aspekti karena kami ingin mendukung industri telematika yang akan semakin berkembang pesat di masa datang,” katanya, usai penandatanganan Nota Kesepahaman dengan Aspekti, Waringin Hospitality Hotel Group di Legok, Kabupaten Tangerang, Sabtu (28/3).

Wakil Ketua Aspekti,Nasfi Burhan pada kesempatan itu mengungkapkan dengan kerjasama ini diharapkan, Aspekti ke depan akan semakin tangguh menghadapi tantangan ekonomi global dan persaingan yang makin ketat.

“Kami akan bekerjasma dengan beberapa target. Seperti,melakukan sertifikasi ahli profesi seluruh Indonesisa.Untuk itu, kami butuh partner pendukung seperti Bank Mayora dan Lemo Hotel 88.”

Sebagai asosiasi yang ahli di bidang IT,kata Nasfi, pihaknya juga akan mempromosikan produk PT Mayora. Begitu pula dengan Lemo Hotel 88 yang tengah mengembangkan sayap.

“Kami butuh tempat pelatihan di hotel. Ini salah satu promosi karena kami banyak kegiatan pelatihan dan tenaga ahli telematika.”

Menurut Nasfi, karena tahapannya baru sebatas MOU, makanya harus dibicarakan lagi langkah selanjutnya. Konkretnya, ke depan,semua biaya yang akan dikeluarkan Aspekti baik untuk pelatihan,munas, musda dan sertifikasi akan dibantu Bank Mayora.

“Ini baru MOU,teknisnya nanti kita bicarakan.Yang jelas kami sepakat saling membantu. Kami belum menghitung kebutuhan dananya.Saya kiira cukup besar.Tetapi kami akan buka rekening di Bank Mayora.Semua pemasukan Aspekti dilakukan melalui Bank Mayora.”

Kerjasama ini menurut Nasfi penting mengingat, dalam menghadapi era globalisasi semua usaha dan keahlian harus sesuai standar internasional.Jika tidak akan kalah dengan asing.

“Orang asing mau bekerja di sini punya skill sementara masyarakat dan SMK kita walaupun punya skill tetapi  belum ada sertifikasi ahli.Makanya perlu sertfikasi keahlian.”

Apalagi sesuai ketentuan pemerintah setidaknya dalam waktu dekat akan ada sertifikasi sekitar 30 ribu orang. Untuk mempersiapkan itu,pihaknya sudah menyiapkan dan melatih tenaga ahli sebanyak 10 orang di Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).

Terkait dengan kerjasama dengan Bank Mayora, katanya, nantinya semua pelatihan pembiayaanya dibantu Bank Mayora. “Kita akan buka dua pelatihan operator dan multimedia.Semua akan kami garap bekerjasama dengan kampus-kampus. Dua bulan ini kita akan kerjasama dengan Universitas Krisna Dwipayana dan Gunadarma. “Nanti yang 10 tenaga ahli ini akan melatih di kampus-kampus.”

Ke depan,kata dia, Aspekti ingin menjadi tuan rumah di negeri sendiri mengingat tantangan selama ini pihaknya sulit membuat asesor sertifikasi sendiri. Karena,prosedur sulit dan berbelit dan dananya juga sangat besar. Dengan bekerjasama dengan Bank Mayora ini diharapkan dananya bisa dipenuhi.(fitri)