16.4 C
New York
02/06/2020
Aktual Ekonomi

Investasi Untuk Tingkatkan Kesejahteraan Rakyat

JAKARTA (Pos Sore) — Direktur Evaluasi Kinerja Pembangunan Daerah Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), Dadang Solihin, menegaskan, investasi adalah salah satu komponen penting dalam pembangunan ekonomi suatu negara.

Selain itu investasi akan memperluas kesempatan kerja, mendorong kemajuan teknologi optimalisasi sumber saya alam dan dalam jangka panjang akumulasi investasi akan mendorong perkembangan berbagai aktivitas ekonomi sehingga dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi suatu wilayah.

“Investasi salah satu komponen penting dalam pembangunan ekonomi karena mempunyai keterkaitan dengan keberlangsungan kegiatan ekonomi di masa yang akan datang,” katanya saat berbicara dalam Seminar Nasional Strategi Investasi untuk Optimalisasi PAD dalam rangka Peningkatan Kinerja Daerah, yang diadakan Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Mandala Indonesia (STIAMI), di Hotel Horison Bekasi, Minggu (29/3).

Peraih Penghargaan Wibawa Seroja Nugraha Program Pendidikan Reguler Angkatan (PPRA) XLIX 2013 Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhanas) ini menambahkan, makin banyak dan tinggi nilai investasi, kian besar pula dampak dan manfaat yang dipetik. Di antaranya, menyerap tenaga kerja, optimalisasi sumber daya alam, serta yang paling utama meningkatkan kesejahteraan seluruh rakyat di daerah tersebut.

Dia menyebutkan, selama lima tahun ke depan, penguatan investasi akan ditempuh oleh pemerintah berdasarkan Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJMN) melalui dua pilar kebijakan. Pilar pertama, peningkatan Iklim Investasi dan dan Iklim Usaha untuk meningkatkan efisiensi proses perijinan bisnis. Pilar kedua, peningkatan Investasi yang inklusif terutama dari investor domestik.

“Kedua pilar kebijakan ini akan dilakukan secara terintegrasi baik di tingkat pusat maupun daerah,” ujarnya.

Pada pilar pertama, arah kebijakan yang ditempuh dengan menciptakan iklim investasi dan iklim usaha yang lebih berdaya saing, baik di tingkat pusat maupun daerah, yang dapat meningkatkan efisiensi proses perijinan, meningkatkan kepastian berinvestasi dan berusaha di indonesia, serta mendorong persaingan usaha yang lebih sehat dan berkeadilan.

Adapun pada pilar kedua, arah kebijakan yang ditempuh dengan mengembangkan dan memperkuat investasi di sektor riil, terutama yang berasal dari sumber investasi domestik, yang dapat mendorong pengembangan investasi dan usaha di Indonesia secara inklusif dan berkeadilan terutama pada sektor produktif yang mengutamakan sumber daya lokal.

Dengan kedua pilar itu, pihaknya berharap target realisasi investasi PMA dan PMDN pada 2019 akan tercapai sebesar Rp933 Triliun, yang mengalami peningkatan lebih dari dua kali lipat dari angka Rp456.6 Triliun pada 2014. (tety)

Related posts

Pengedar Uang Palsu Diamankan

Tety Polmasari

Presdir BCA beripenjelasan kepada wartawan tentang kasus Hadi Poernomo

Tety Polmasari

Pembangunan Industri Galangan Kapal Capai Rp11,4 Triliun

Tety Polmasari

Leave a Comment